Menyambut Ramadan, Hati Bersih Jadi Kunci Ibadah
- 31 Jan 2026 08:23 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Menyambut Ramadan, hati perlu dibersihkan dari penyakit batin. Hal itu agar ibadah di bulan Ramadan lebih bermakna.
"Ramadan dapat diibaratkan air suci, sementara hati manusia seperti gelas yang harus dibersihkan. Keberkahan ibadah tidak akan terasa bila hati masih dipenuhi penyakit batin, " kata Ustaz Prof. Dr. H. Akhmad Sagir, M.Ag dalam Kuliah Subuh RRI Pro 1 Banjarmasin, Sabtu, 31 Januari 2026.
Bulan Sya’ban menjadi momentum penting karena pada bulan ini catatan amal manusia diangkat kepada Allah. Umat dianjurkan memperbanyak ibadah sekaligus melakukan muhasabah diri.
“Penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, ujub, dan dendam menjadi penghalang turunnya keberkahan. Penyakit itu merusak keikhlasan sekaligus memutus persaudaraan,” ucapnya.
Sifat hasad ini dikatakanya, dapat menghapus pahala sebagaimana api melahap kayu bakar. Sikap ini menimbulkan kebencian sekaligus merusak silaturahmi, sehingga umat dianjurkan menjauhinya.
“Hasad menghanguskan pahala sebagaimana api menghanguskan kayu bakar. Sifat ini menumbuhkan kebencian dan merusak silaturahmi," ujarnya.
Larangan bersikap hasad mengingatkan bahaya rasa dengki. Sikap dengki dapat menimbulkan kebencian dan merusak hubungan dengan orang lain.
Kesombongan dinilai berbahaya karena menjadi sebab tertolaknya kebenaran serta menjauhkan seseorang dari petunjuk Allah. Dalam Al-Qur’an Surah Luqman ayat 18, Allah menegaskan bahwa Dia tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.
"Selain itu, sifat pemaaf disebut sebagai jalan membersihkan hati agar Ramadan disambut dengan jiwa sehat. “Tidaklah Allah menambahkan sifat pemaaf pada hamba kecuali kemuliaan baginya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....