Mahalabio, Warisan Budaya Lisan Banjar
- 29 Jan 2026 11:06 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Mahalabio dikenal sebagai bentuk komunikasi khas masyarakat Banjar yang disampaikan melalui ungkapan jenaka, sindiran halus, dan kiasan. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampai nasihat, kritik sosial, serta pembentukan karakter dalam kehidupan bermasyarakat.
Dr. Hj. Ida Komalasari, M.Pd., saat mengisi acara Panderan Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 19 Januari 2026, menjelaskan bahwa Mahalabio merupakan bagian penting dari khazanah tradisi lisan Banjar yang mencerminkan kecerdasan berbahasa dan kearifan lokal.
“Dalam Mahalabio terdapat nilai kesantunan, empati, dan kebijaksanaan,” ujarnya. “Pesan disampaikan tanpa melukai, namun tetap mengena.”
Sementara itu, narasumber lainnya, Noor Indah Wulandari, M.Pd., menyoroti tantangan keberlanjutan tradisi lisan di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat modern. Menurutnya, berkurangnya ruang interaksi lisan dan dominasi media digital membuat tradisi seperti Mahalabio semakin jarang dipraktikkan, terutama oleh generasi muda.
Ia menegaskan bahwa media digital justru dapat menjadi peluang baru untuk revitalisasi Mahalabio. Dengan pemanfaatan konten kreatif seperti audio, video, atau media sosial, tradisi ini bisa kembali dekat dengan generasi muda tanpa kehilangan nilai aslinya.
“Jika dikemas secara kreatif melalui konten audio, video, atau media sosial, Mahalabio dapat kembali dekat dengan generasi muda tanpa kehilangan nilai aslinya,” ujarnya.
Mahalabio bukan sekadar gaya berbicara, melainkan identitas budaya yang merekam cara berpikir dan bersikap orang Banjar. Tradisi ini dinilai penting untuk terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya takbenda yang memperkaya keberagaman budaya Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....