Sedekah Ikhlas Kunci Pahala dan Keberkahan

  • 29 Jan 2026 10:46 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Sedekah merupakan amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa sedekah tidak hanya dinilai dari besar kecilnya harta yang diberikan, melainkan juga dari niat dan adab pelakunya.

Ustaz M. Abrar MS., S.Th.I., saat mengisi acara Hikmah Subuh di RRI Banjarmasin, Senin, 19 Januari 2026, menjelaskan bahwa Allah Swt menegaskan agar sedekah dilakukan dengan ikhlas dan tidak disertai sikap mengungkit-ungkit pemberian. Ia menambahkan, sedekah yang menyakiti perasaan penerima akan merusak nilai ibadah dan pahala di sisi Allah.

“Sedekah yang tidak ikhlas bukan hanya berkurang pahalanya, tetapi bisa gugur sama sekali,” ucapnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 262, bahwa orang-orang yang bersedekah dengan ikhlas, tanpa menyebut-nyebut pemberiannya dan tanpa menyakiti, akan memperoleh pahala di sisi Allah serta hidup dalam ketenangan.

“Sedekah seharusnya memuliakan, bukan melukai,” ujar Ustaz M. Abrar merujuk pada QS. Al-Baqarah ayat 263. “Jika sedekah justru menyakiti hati penerima, maka nilai ibadahnya menjadi rusak.”

Menurut Ustaz Abrar, larangan mengungkit dan menghina dalam sedekah mengandung hikmah besar, antara lain menjaga keikhlasan pemberi, melindungi kehormatan penerima, serta mendidik umat Islam agar bersikap rendah hati dan menjadikan sedekah sebagai ibadah murni kepada Allah Swt.

Ia berharap umat Muslim semakin memahami bahwa sedekah bukan sekadar memberi harta, tetapi juga menuntut kesucian niat dan keluhuran akhlak. Dengan demikian, sedekah yang dilakukan benar-benar menjadi sumber keberkahan dan bernilai ibadah di sisi Allah Swt.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....