Keberkahan Hidup Tidak Diukur dari Harta

  • 28 Jan 2026 18:26 WIB
  •  Banjarmasin

​RRI.CO.ID, Banjarmasin – Keberkahan hidup tidak diukur dari banyaknya harta, melainkan dari sejauh mana nikmat tersebut membawa kebaikan dan kebahagiaan. Ustaz H. Khairil Anwar menegaskan hal itu saat mengisi acara Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 19 Januari 2026.

Menurutnya, manusia pada dasarnya memiliki fitrah mencintai harta, tetapi kecintaan itu kerap menjerumuskan pada cara pandang yang salah. Kesalahan terjadi ketika manusia menganggap banyaknya rezeki selalu identik dengan keberkahan dan kebahagiaan.

“Banyak belum tentu berkah,” kata Ustadz Khairil. “Bahkan, sesuatu yang sedikit, tetapi halal dan diridhai Allah, bisa jauh lebih menenangkan serta membawa keselamatan.”

Ia mengutip firman Allah dalam QS. Al-Fajr ayat 20 yang menjelaskan kecenderungan manusia mencintai harta secara berlebihan. Dalam Islam, seorang muslim dituntut memiliki cara pandang berbeda terhadap kehidupan dunia, yakni menjadikannya sebagai ladang amal atau mazra‘atul akhirah, bukan sebagai tujuan akhir.

Ustaz Khairil menjelaskan makna berkah secara bahasa dan istilah, yaitu kebaikan yang tetap, berkembang, dan mendatangkan kebahagiaan. Keberkahan tidak hanya terkait dengan harta, tetapi juga mencakup waktu, ilmu, keluarga, dan seluruh aspek kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....