Mengenal Weton Jawa dan Filosofi Kehidupan
- 26 Jan 2026 19:58 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Acara Ragam Budaya Sambung Roso di RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 21 Januari 2026, mengangkat topik “Weton Zodiak Jawa yang Bikin Gen Z Penasaran”. Menghadirkan narasumber, Dr. Yogi Prihandoko, S.Pd., akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Dr. Yogi menjelaskan bahwa kata “weton” berasal dari bahasa Jawa, yaitu wetu, yang secara harfiah berarti “keluar”, “terjadi”, atau “tumbuh”. Secara umum, weton dapat diartikan sebagai waktu atau hari saat seseorang lahir.
Ia menjelaskan bahwa weton merupakan kombinasi unik antara hari dalam kalender Masehi, mulai dari Senin hingga Minggu, dan pasaran dalam kalender Jawa, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Sistem ini membuat setiap weton memiliki karakteristik khusus yang membedakannya satu sama lain.
“Kalau zodiak hanya ada 12, tetapi weton Jawa ada 35,” ujar Dr. Yogi. “Pasaran Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon ada lima, dikombinasikan dengan tujuh hari dalam seminggu, sehingga jika dikalikan, jumlahnya menjadi 35 weton.”
Dr. Yogi menambahkan bahwa istilah “pasaran” berakar dari tradisi masyarakat Jawa yang dahulu menentukan hari buka pasar berdasarkan penanggalan Jawa. Pola ini tidak hanya mengatur aktivitas jual beli, tetapi juga berfungsi sebagai penanda hari dan masih dipertahankan hingga kini.
Ia mengungkapkan bahwa penggunaan weton merupakan manifestasi kebijaksanaan leluhur dalam memahami pola kehidupan manusia secara turun-temurun. Sistem ini menggabungkan pengamatan terhadap siklus, ritme alami, dan filosofi tentang bagaimana waktu memengaruhi karakter dan nasib seseorang.
Dr. Yogi menyampaikan bahwa hingga kini weton masih dipertimbangkan dalam berbagai kegiatan besar, seperti hajatan, pembangunan rumah, dan acara penting lainnya. Ia menegaskan bahwa weton tidak lagi dimaknai sebagai penentu nasib, melainkan sebagai kearifan budaya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terbuka terhadap perkembangan zaman modern dan tidak takut pada weton tertentu. Menurutnya, lingkungan sekitar turut berperan penting dalam membentuk karakter dan kepribadian seseorang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....