Sungai sebagai Warisan Budaya dan Identitas Masyarakat
- 26 Jan 2026 17:10 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Sungai tidak hanya berfungsi sebagai sumber air dan jalur transportasi, tetapi juga menjadi warisan budaya yang membentuk identitas masyarakat Banua. Hal itu menjadi tema utama dalam Ragam Budaya Suluh Banua di RRI Pro4 Banjarmasin, Minggu, 25 Januari 2026.
Faisal Embron, pecinta dan pelestari budaya Banua, menyampaikan bahwa sungai memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan peradaban masyarakat Kalimantan Selatan. Menurutnya, sejak dulu sungai menjadi pusat kehidupan, mulai dari aktivitas ekonomi, sosial, hingga lahirnya berbagai tradisi lokal.
“Sungai adalah ruang hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ketika sungai rusak, maka warisan itu juga ikut terancam,” ujar Faisal.
Pinky Manarul Alam, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Banjarmasin, menekankan pentingnya mengembalikan kesadaran masyarakat terhadap makna sungai sebagai identitas Banua. Ia menilai modernisasi kerap membuat masyarakat menjauh dari sungai dan memandangnya hanya sebagai saluran air.
“Penting semua menyadari, termasuk generasi muda, bahwa sungai adalah wajah budaya kita. Menjaga sungai berarti menjaga jati diri daerah,” katanya.
Sementara itu, Naily Khairina menyoroti tantangan pelestarian sungai di tengah tekanan pembangunan dan pencemaran. Ia menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk menjaga sungai secara berkelanjutan.
Naily menambahkan, semua pihak perlu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya merawat sungai. Sungai sebagai warisan tidak hanya perlu dikenang, tetapi juga dijaga agar tetap memberi kehidupan bagi generasi sekarang dan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....