Dukungan Masyarakat Penting bagi Penyintas HIV/AIDS
- 26 Jan 2026 10:42 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Dukungan masyarakat terhadap penyintas HIV/AIDS menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup serta menekan stigma dan diskriminasi yang masih kerap terjadi. Hingga kini, banyak korban masih menghadapi penolakan sosial, keterbatasan akses layanan, serta tekanan psikologis akibat minimnya pemahaman publik tentang penyakit tersebut.
Dewan Nasional OPSI (Organisasi Perubahan Sosial Indonesia) Kalimantan Selatan, Siti Jubaidah, mengatakan HIV/AIDS bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial. Hal itu disampaikannya dalam program Ngobras RRI Pro1 Banjarmasin, Minggu, 25 Januari 2026.
Menurutnya, penyintas membutuhkan lingkungan yang aman, inklusif, dan suportif agar dapat menjalani pengobatan secara rutin serta menjaga kesehatan fisik dan mental. Dukungan keluarga, tetangga, tempat kerja, dan institusi pendidikan berperan besar dalam membantu penyintas tetap produktif dan berdaya.
“HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berbagi makanan, atau beraktivitas bersama,” ujarnya. “Sikap menjauhi atau mendiskriminasi penyintas tidak memiliki dasar ilmiah dan justru memperburuk kondisi mereka.”
Ia juga menyampaikan bahwa selain dukungan emosional, peran masyarakat juga penting dalam mendorong penyintas mengakses layanan kesehatan, termasuk terapi antiretroviral (ARV). Kepatuhan terhadap pengobatan tersebut dapat menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi, sehingga penyintas tetap hidup sehat dan tidak menularkan HIV kepada orang lain.
Dengan dukungan yang tepat, penyintas HIV/AIDS tidak hanya dapat bertahan hidup, tetapi juga berkontribusi aktif dalam masyarakat. Menciptakan lingkungan yang ramah dan bebas diskriminasi menjadi tanggung jawab bersama demi kesehatan dan nilai kemanusiaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....