Makna "Bakalahi Badahulu" dalam Budaya Banjar
- 24 Jan 2026 11:20 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Bertengkar sebelum menjadi persoalan besar justru dinilai lebih baik karena mencerminkan kematangan dalam menyikapi kemungkinan masalah di kemudian hari. Hal ini menjadi fokus pembahasan Noorhalis Majid dan Arif Rahman Hakim dalam acara Ragam Budaya Bacangkurah RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat, 23 Januari 2026.
Noorhalis Majid menjelaskan makna peribahasa tersebut sebagai ajakan untuk membicarakan persoalan sejak awal agar tidak berkembang menjadi masalah. Menurutnya, masyarakat Banjar pada umumnya tidak menginginkan suatu kesepakatan, meski tampak sepele, berubah menjadi persoalan di kemudian hari.
Ia menambahkan, hal-hal yang melibatkan banyak pihak sebaiknya dibicarakan secara terbuka sejak awal, termasuk seluruh konsekuensinya. Dengan demikian, potensi penyesalan dan konflik di akhir dapat dihindari.
“Misalnya dalam pembagian pekerjaan, peran harus dibagi secara rinci dan jelas sejak awal, sehingga di tengah atau di akhir tidak menimbulkan perkelahian,” ujar Noorhalis Majid.
Sementara itu, Arif Rahman Hakim menilai banyak persoalan muncul karena pembahasan tidak dilakukan secara tuntas di awal. Akibatnya, keberatan dan komplain baru disampaikan setelah peristiwa terjadi, padahal tidak semua keadaan dapat dikembalikan seperti semula.
Masyarakat Banjar diingatkan untuk membahas secara menyeluruh segala konsekuensi yang berkaitan dengan hak, kewajiban, keuntungan, maupun kerugian yang mungkin timbul. Sikap terbuka sejak awal dinilai menjadi kunci menjaga hubungan tetap harmonis.
“Bakalahi badahulu, ribut badahulu, agar setelahnya tidak ada keributan lagi,” ujar Noorhalis Majid di penghujung acara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....