Al-Qur’an Penguat Iman di Tengah Ujian

  • 24 Jan 2026 05:58 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Tekanan hidup yang semakin kompleks membuat banyak orang mengalami kegelisahan batin dan kerapuhan iman. Kondisi tersebut disoroti Akademisi UIN Antasari, Bashori, M.Ag., dalam Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 24 Januari 2026.

Dalam pemaparannya, Bashori menegaskan tidak ada manusia yang sepenuhnya terbebas dari persoalan hidup. Masalah ekonomi, keluarga, hingga tekanan batin merupakan bagian dari perjalanan yang kerap menempatkan seseorang pada titik lemah dan kehilangan pegangan spiritual.

“Setiap manusia pasti memiliki fase rapuh dalam hidupnya, dan pada fase itulah iman sering kali diuji,” ucap Bashori. “Al-Qur’an hadir bukan hanya sebagai petunjuk hukum, tetapi juga sebagai penenang hati ketika manusia berada dalam kondisi terpuruk.”

Ia menjelaskan, Al-Qur’an mengajarkan kesadaran bahwa Allah Swt senantiasa menyertai hamba-Nya, khususnya mereka yang bersabar dalam menghadapi ujian. Keyakinan tersebut dinilai mampu mengurangi beban psikologis dan menenangkan gejolak emosi saat persoalan datang bertubi-tubi.

“Dalam Surah Al-Baqarah ayat 153 ditegaskan bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar,” ujarnya. “Kesadaran bahwa Allah tidak pernah meninggalkan manusia membuat beban hidup terasa lebih ringan.”

Selain itu, Bashori menekankan pentingnya zikir sebagai sarana menata kembali hati yang gelisah. Menurutnya, banyak kesedihan bersumber dari orientasi hidup yang terlalu terfokus pada urusan dunia, sehingga ketika harapan tidak tercapai, hati menjadi mudah goyah.

“Zikir mengingatkan bahwa seluruh urusan berada dalam pengaturan Allah Swt,” ucapnya. “Ketika kesadaran itu hadir, manusia tidak mudah larut dalam kesedihan.”

Ia menambahkan, Al-Qur’an juga mengajarkan sikap menerima takdir tanpa meniadakan ikhtiar. Keikhlasan dan pengendalian emosi dinilai menjadi kunci agar manusia tetap teguh dan tidak terjerumus dalam keputusasaan.

“Tidak ada musibah yang menimpa manusia kecuali atas izin Allah Swt,” kata Bashori. “Manusia wajib berusaha, namun tetap menjadikan akhirat sebagai orientasi hidup agar hati senantiasa tenang.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....