Imam Ali: Ilmu Lebih Mulia daripada Harta

  • 28 Okt 2025 13:54 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Dalam sejarah Islam, Imam Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai sosok yang cerdas, bijaksana, dan sarat hikmah dalam setiap ucapannya.

Salah satu kisah yang masyhur adalah ketika Imam Ali ditanya oleh sepuluh orang tentang mana yang lebih utama antara ilmu dan harta. Kepada masing-masing penanya, beliau memberikan sepuluh jawaban yang berbeda namun memiliki makna yang sama, bahwa ilmu lebih mulia daripada harta.

Kisah tersebut kembali dihadirkan oleh Ustaz Mahyudin, S.Ag dalam acara Hikmah Subuh yang disiarkan langsung RRI Pro4 Banjarmasin pada Selasa (28/10/2025). Ia menjelaskan bahwa ilmu akan tetap dikenang meskipun pemiliknya telah tiada, sementara harta hanya memberikan kehormatan selama masih dimiliki.

"Ilmu itu menjaga pemiliknya, sedangkan harta justru harus dijaga. Ilmu bertambah bila diamalkan, sedangkan harta akan berkurang bila dibelanjakan," ucapnya.

Lebih lanjut Ustaz Mahyudin menyampaikan kisah yang penuh hikmah dari Imam Ali bin Abi Thalib tentang keutamaan ilmu daripada harta. Keutamaan ilmu daripada harta lainnya adalah karena ilmu merupakan warisan para nabi, sedangkan harta hanyalah warisan para raja dan orang kaya.

"Ilmu itu memberi penerangan bagi hati. Dan itulah bekal untuk kehidupan dunia dan akhirat kita. Tapi harta yang tidak disertai ilmu dan iman juga dapat menjerumuskan manusia dalam kesombongan dan kerusakan," katanya.

Ustaz Mahyudin menegaskan bahwa pesan dari Imam Ali bin Abi Thalib tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam agar lebih mengutamakan menuntut ilmu daripada mengejar harta saja. Harta dapat hilang dan habis, namun ilmu yang bermanfaat akan terus ada dan memberi pahala jariyah.

Dijelaskannya sebagaimana Firman Allah Swt yang artinya: 'Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”(QS. Ibrahim (14) : 7)"

"Kuncinya adalah rasa syukur dan merasa cukup. Nilai-nilai yang diajarkan Imam Ali itu sangat relevan dalam kehidupan modern saat ini. Ilmu yang diamalkan dengan adab dan keikhlasan lebih utama daripada harta yang ditumpuk tanpa keberkahan," ujar Ustaz Mahyudin diakhir acara Hikmah Subuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....