Konsep Maskulinitas Sehat dalam Perspektif Era Modern
- 03 Okt 2025 22:27 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Konsep maskulinitas sehat terus mengalami perkembangan. Kini, ukuran kelelakian tidak lagi hanya dilihat dari aspek fisik, melainkan juga dari empati dan tanggung jawab.
Hal itu disampaikan Izhar Muttaqin, mahasiswa pascasarjana Prodi Ilmu Tasawuf UIN Antasari, dalam program Indonesia Bisa di RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat (3/10/2025). Menurutnya, aktivitas domestik seperti mencuci maupun mengasuh anak bukanlah hal yang mengurangi kelelakian seorang pria.
“Peran domestik bukan hanya untuk perempuan, laki-laki pun bisa mengambil bagian,” ujarnya.

Izhar menegaskan, maskulinitas sehat justru mendorong kolaborasi dalam keluarga. Dengan demikian, hubungan laki-laki dan perempuan, baik di rumah maupun masyarakat, dapat berjalan lebih adil.
Dalam perspektif spiritual, ia menjelaskan bahwa maskulinitas perlu berjalan beriringan dengan feminitas. “Dalam agama, ketika jamal dan jalal berpadu, maka menghasilkan kamal atau kesempurnaan,” ucapnya.
Kesadaran tersebut, lanjutnya, menegaskan pentingnya keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan. Hal ini diyakini menjadi kunci dalam membentuk karakter pria yang bijak serta bertanggung jawab.
Izhar juga mengingatkan, di era modern dengan akses ilmu yang semakin mudah, generasi muda harus terus giat belajar. Menurutnya, menjadi pria bijak berarti membangun keluarga harmonis sekaligus melahirkan anak-anak hebat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....