Haris Faulidi Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Konsumtif

  • 07 Agt 2025 04:53 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Di momen peringatan kemerdekaan, Akademisi UIN Antasari H. Haris Faulidi Asnawi mengajak masyarakat merenungi arti kemerdekaan jiwa. Menurutnya, tantangan hari ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan penjajahan gaya hidup konsumtif yang membelenggu batin.

“Penjajahan modern ini menyusup lewat layar gawai, iklan, dan tekanan sosial, membentuk pola hidup yang menjadikan materi sebagai sumber kebahagiaan,” ucap Haris Faulidi dalam Kuliah Subuh yang disiarkan RRI Pro1 Banjarmasin, Kamis (7/8/2025) pagi.

Gaya hidup konsumtif, lanjutnya, menjerumuskan seseorang untuk terus membelanjakan uang demi keinginan, bukan kebutuhan. Dampaknya, banyak yang terjebak dalam hutang dan kehilangan ketenangan hidup.

“Standar hidup palsu yang dibentuk media sosial dan rasa takut tidak diakui membuat orang membeli demi gengsi, bukan fungsi,” katanya.

Sebagai solusi, Islam mengajarkan qana’ah, yaitu sikap cukup dan ridha terhadap rezeki yang Allah berikan. Haris menekankan, qana’ah bukan berarti anti-kekayaan, tapi mampu mengendalikan nafsu dan menjadikan harta sebagai alat, bukan tujuan.

“Sikap ini menjadi karakter para tokoh teladan seperti Bung Hatta dan Umar bin Khattab, yang tidak tergoda kemewahan meski punya kekuasaan,” ujarnya.

Empat langkah praktis untuk menumbuhkan qana’ah antara lain membedakan kebutuhan dan keinginan, disiplin anggaran, bersyukur dengan melihat ke bawah, serta membiasakan berinfaq. “Dengan qana’ah, kita turut mengisi kemerdekaan dengan karakter yang kuat dan bermartabat,” kata Haris menutup Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....