Bahaya Riya Bagi Umat Manusia
- 23 Des 2024 13:04 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Al-Qur’an memberikan petunjuk tentang bahaya riya bagi umat manusia. Pertama, amal akhirat yang dikerjakan dengan motivasi dunia akan dibalas di dunia dan tidak ada lagi balasan di akhirat.
"Hal ini dapat diketahui dari Surah Asy-Syura ayat 20 "Barang siapa menghendaki keuntungan akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya. Barang siapa yang menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan sebagian darinya, tetapi dia tidak mendapat bagian di akhirat," kata Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ahmad Muhajir pada acara Kuliah Subuh Pro-1 RRI Banjarmasin, Senin (23/12/2024).
Dikatakan, dari QS. Asy-Syura:20 dapat dipahami bahwa Allah berpesan: "Sekarang, Aku berikan sebagian dari keinginanmu di dunia sebagai balasan atas amal yang kamu lakukan. Namun nanti di akhirat, jangan harap lagi balasan apapun dari-Ku, karena niatmu dalam mengerjakan amal tersebut bukanlah untuk mencari keridhaan-Ku.
“Dalam sebuah Hadis Qudsi (HR Thabrani dan Imam Baihaqi), Rasulullah SAW menyampaikan firman Allah yang tidak termasuk dalam Al-Qur’an. Allah menyatakan bahwa: Aku adalah Zat yang paling tidak membutuhkan sekutu, barangsiapa beramal dengan niat yang bercampur antara mengharapkan balasan dari-Ku dan dari selain-Ku, maka aku berlepas diri dari amal tersebut dan tidak akan mengambil bagian dari amal itu. Biarlah seluruh amal tersebut menjadi milik pihak yang disekutukan pelaku amal itu.” ujar Muhajir, menerangkan.
Muhajir juga mengatakan, sesungguhnya Allah SWT tidak membutuhkan amal manusia, baik yang dilakukan dengan ikhlas maupun riya. Keagungan dan kemuliaan Allah tidak bergantung pada amal manusia.
Dijelaskan, meskipun seluruh umat manusia tidak mentaati-Nya, Keagungan dan Kemuliaan-Nya tidak berkurang. Sebaliknya, meskipun semua manusia tunduk dan patuh kepada-Nya, Keagungan dan Kemuliaan-Nya tidak bertambah.
“Jika kita beramal akhirat tetapi berujung kepada hukuman di neraka, maka pasti ada yang salah dengan amal tersebut. Kesalahan itu adalah riya, riya dapat merusak kesucian amal dan menjauhkan kita dari keridhaan Allah SWT. Marilah kita berusaha untuk selalu memurnikan niat, agar setiap amal yang kita lakukan hanya karena Allah semata, tanpa mengharapkan pujian atau balasan dari manusia.” ucap Muhajir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....