Teknik Framing Fotografi yang Wajib Dicoba

  • 08 Okt 2024 07:56 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Teknik foto framing adalah sebuah komposisi fotografi khusus, yang menempatkan serta memanfaatkan subjek atau objek menjadi sebagai bingkai. Teknik ini akan menghasilkan suatu hasil foto lain yang disebut sebagai Point of Interest (POI).

Komunitas AURA Borneo, melalui Endang Seciorina menyampaikan teknik tersebut pada acara Ngobrol Bareng Komunitas, di RRI Pro1 Banjarmasin. Menurutnya ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan orang yang dapat berperan sebagai bingkai untuk subjek utama pada foto. Teknik pertama dengan memposisikan dua orang di depan kamera untuk menjadi bingkai yang blur, hingga dapat memfokuskan pada subjek utama yang ada di depan mereka.

“Teknik kedua dengan menggunakan bagian arsitektur. Keajaiban arsitektur dapat menjadi framing yang estetik. Misalnya pilar pintu masuk berbatu besar, jendela antik, dan bagian gedung sekitar menampilkan diri sebagai beberapa contoh bingkai yang sempurna. Karena sebagian besar arsitektur mendapatkan sinar matahari yang melimpah dapat membantu mengarah pada penciptaan bayangan juga menyeimbangkan warna foto secara alami.” ujarnya, Senin (7/10/2024).

Endang juga mengatakan, teknik yang ketiga framing adalah dengan kecerahan dan cahaya. Subjek yang lebih terang akan langsung memisahkannya dari latar belakang. Untuk membuat hasil foto bisa dilakukan dengan mempertahankan subjek utama di area bingkai yang lebih terang dan mempertahankan elemen foto lainnya dalam kegelapan untuk meningkatkan fokus.

“Terus keempat menggunakan terowongan sebagai bingkai. Dapat digunakan untuk menjaga keseimbangan warna. Misalnya terowongan panjang dengan cahaya di pintu masuk di depan dan gelap di tempat kamu mengambil gambar akan secara otomatis membuat gambar menjadi seimbang.” ujar Endang, menambahkan penjelasan.

Teknik kelima dengan menggunakan pohon dan ranting. Pepohonan yang ada di alam terbuka jika dikombinasikan menjadi framing pada subjek utama akan menghasilkan foto dengan komposisi yang sempurna. Tempat yang ideal untuk menemukan bingkai seperti ini adalah di puncak gunung atau di pantai yang memungkinkan terciptanya kesan "depth of field".

“Terakhir menggunakan cermin. Gunakan cermin sebagai objek pendukung membingkai subjek utama, cara ini juga menambah depth of field dan fokus pada subjek.” kata Endang Seciorina.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....