Mama Elok, Mendulang Rezeki dari Jamu Tradisional

  • 13 Mei 2024 02:50 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Tanah Laut: Seruan yang tidak asing di telinga dari penjual jamu biasa kita dengarkan di waktu pagi ataupun sore hari. Suara itu akan disambut antusias pelanggan setianya yang sudah menunggu. Khususnya bagi mereka yang memang sudah biasa mengkonsumsi jamu tradisional untuk kesehatan.

Dan memang sudah sejak lama secara turun-temurun jamu sebagai ramuan yang banyak digunakan untuk pencegahan dan pengobatan masalah kesehatan secara tradisional.

Tidak hanya di Jawa saja, di Kalimantan Selatan pun akan dengan mudah kita jumpai pedagang jamu. Mereka biasanya menjual jamunya di pagi hari maupun sore. Ada yang menetap dengan membuka lapak di pasar atau ada juga yang berkeliling dengan sepeda.

Mama Elok adalah satu dari sekian banyak penjual jamu tradisional. Warga Nusa Indah, Kecamatan Bati-Bati tersebut mengolah dan sekaligus menjual sendiri jamunya. Usaha itu sudah dijalaninya selama beberapa tahun.

"Berapa persis lamanya agak lupa, tapi yang jelas sudah lima tahun lebih membuat dan menjual jamu ini, dan Alhamdulillah bisa sebagai penunjang perekonomian keluarga," katanya.

Walaupun sudah banyak pelanggan setianya, Mama Elok tidak membuat jamu setiap hari. Dia lebih memilih memiliki jadwal sendiri yakni tiap hari Selasa dan Jumat saja.

Jamu produksi Mama Elok di antaranya jamu kunyit asam, jahe serai, beras kencur, dan temulawak. Dan itu merupakan jamu-jamu yang banyak diminati masyarakat.

"Jamu kunyit asam berkhasiat untuk daya tahan tubuh. Sedangkan jamu dengan ramuan jahe dan serai memiliki rasa yang menghangatkan tubuh, sehingga cocok diminum saat pagi maupun di malam hari," katanya, menjelaskan.

Produksi jamu Mama Elok yang dijual semua dikemas dalam botol, dengan ukuran besar dan kecil, dan juga yang berdasarkan pesanan. Untuk ukuran botol 600 ml seharga Rp8.000 per botol, sedangkan botol ukuran besar dijual dengan harga Rp17.000 per botol.

"Rempah-rempah sebagai bahan membuat jamu bukan masalah, karena banyak tersedia dijual di pasar. Justru yang masih jadi kendala adalah botol karena berkaitan soal harga," katanya.

Di akhir ceritanya Mama Elok menceritakan bahwa meskipun waktu bangun tidur harus lebih dini untuk menyiapkan dagangan, mengolah jamu dan mengemasnya dalam botol, tapi usaha tersebut tetap ditekuninya dengan penuh rasa syukur dan semangat hingga saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....