Tas Eceng Gondok: Dari Sampah Alam Menjadi Primadona

  • 23 Des 2024 07:16 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Usaha kreatif di Kalimantan Selatan semakin berkembang. Salah satunya adalah pengolahan kerajinan eceng gondok sebagai usaha alternatif yang ramah lingkungan. Sebelumnya hanya dianggap tanaman pengganggu di perairan saja namun saat ini sudah banyak dilirik menjadi berbagai produk kerajinan. Melalui proses pengolahan mulai dari panen, pengeringan hingga pembentukan bahan, eceng gondok dijadikan tas dan beragam aksesoris rumah tangga yang fungsional dan estetik.

Selain memberikan keuntungan karena memiliki nilai jual, pengolahan eceng gondok juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Dari hal kesehatan juga baik sebagai terapi dimana otak kanan dan otak kiri akan tetap produktif bagi yang menganyam.

Salah satu pecinta eceng gondok sekaligus mengolah menjadi kerajinan yang bernilai seni dan memiliki nilai jual, Delmy Fadhli telah membuktikan eceng gondok bisa berubah menjadi produk yang cantik dan banyak diminati. Inovasi dalam pengolahannya juga berdampak baik untuk pemberdayaan masyarakat sekitar.

"Dengan modal yang tidak besar, eceng gondok punya potensi bagus untuk dikembangkan. Misalnya tas eceng gondok, dengan pengolahan dan perawatan yang baik akan memiliki daya tahan sekitar 5-10 tahun." Kata Delmy yang sekaligus penggagas dan pendiri Komunitas Wanita Cerdas Berdaya.

Delmy Fadhli juga menyampaikan pengalamannya kepada RRI, sebagai pengrajin eceng gondok bahwa dengan melalui proses pengeringan lebih dulu sekitar 3-4 hari, eceng gondok kemudian digantung dan diusahakan tidak lembab agar tidak mudah muncul jamur, eceng gondok siap dianyam.

"Meskipun proses menganyamnya tidak jauh berbeda dengan purun, namun secara teknik eceng gondok yang sudah benar-benar kering itu memiliki ketahanan yang lebih lama dibanding purun," ujarnya.

Delmy Fadhli menceritakan, sebelumnya memang hanya dianggap sebagai sampah sungai, namun kini semakin banyak yang memanfaatkan produk lokal eceng gondok. Dengan demikian secara perlahan juga menjadi upaya memperkenalkan Kalimantan Selatan sebagai salah satu pusat produksi kerajinan berbahan dasar alami.

"Olahan kerajinan eceng gondok juga dikombinasikan dengan kain sasirangan maka itu semakin memperkuat kreativitas produk lokal Kalimantan Selatan," ujar Delmy Fadhli.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....