Linda dan Bako Bangun Usaha Kain Sasirangan Rumahan
- 28 Sep 2024 17:16 WIB
- Banjarmasin
KBRN,Banjarmasin: Linda dan suaminya, Bako merupakan contoh nyata dari semangat juang dalam mengembangkan usaha kain Sasirangan di Banjarmasin. Awalnya, mereka bekerja secara freelance sebagai pewarna kain, mengerjakan pesanan kecil-kecilan dengan modal terbatas. Namun, berkat kegigihan dan relasi yang terus berkembang, Linda dan Bako berhasil merintis usaha kerajinan kain Sasirangan di rumah mereka yang terletak di daerah Kruwing 10, Sungai Andai.
Kini, mereka tidak hanya menerima pesanan dari toko-toko di Banjarmasin, tetapi juga dari luar kota. “Kami memulai dari nol, hanya dengan keahlian yang kami miliki. Dulu, tak pernah terbayang bisa memiliki usaha sendiri seperti sekarang,” ujar Linda dengan penuh syukur. Sabtu (28/9/2024).
Produksi kain Sasirangan di rumah Linda melibatkan empat orang pekerja tetap yang bertugas mewarnai, membungkus, dan membuka jahitan kain sesuai dengan permintaan pelanggan. Untuk tahap pewarnaan dan pelukisan motif pada kain polos, Linda bekerja sama dengan pelukis sasirangan profesional yang memiliki keahlian khusus. Sementara untuk bagian menjelujur motif pada bahan kain dibantu oleh ibu-ibu di sekitar rumah mereka.
Para ibu rumah tangga ini mendapatkan upah per lembar kain, yang nilainya disesuaikan dengan tingkat kerumitan motif yang dijelujur.
“Kami ingin usaha ini tidak hanya memberikan penghasilan bagi keluarga, tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Linda.
Selama kurang lebih enam tahun menjalankan usaha ini, Linda dan Bako telah menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Walaupun sempat mengalami masa sulit saat pandemi Covid-19 melanda, usaha mereka tetap bertahan. Bahkan, kini mulai bangkit kembali seiring dengan meningkatnya permintaan kain Sasirangan dari berbagai daerah. Linda menyadari pentingnya menjaga kualitas dan keaslian motif Sasirangan agar produknya tetap diminati di pasar yang semakin kompetitif.
“Pasang surut pasti ada, tapi kami selalu berusaha menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan,” ujar Linda menceritakan saat ditanya tentang kunci keberhasilan usahanya.
Untuk saat ini, Linda hanya memproduksi kain sesuai pesanan dari para pelanggan. Jika ada sisa hasil produksi, barulah kain tersebut dijual sebagai barang ready stock yang dipajang di ruang display kecil di rumahnya. Langkah ini diambil untuk menghindari kerugian akibat kelebihan produksi. Meskipun usaha ini masih terbilang kecil, Linda dan Bako optimis dengan perkembangan ke depan, karena usaha mereka tidak hanya mengangkat perekonomian keluarga, tetapi juga turut memberdayakan masyarakat sekitar.
“Selama ada niat dan kerja keras, semua bisa kita capai. Semoga kain Sasirangan kami bisa semakin dikenal dan disukai,” harap Linda menutup percakapan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....