Makna Tawakal dalam Surah At-Talaq: Kunci Ketenangan Hati
- 29 Jun 2026 12:33 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID - Banjarmasin : Dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa makna kecukupan dalam Surah Al-Qur'an At-Talaq ayat 3 tidak hanya berkaitan dengan rezeki atau materi, tetapi juga ketenangan jiwa. Orang yang bertawakal tidak mudah larut dalam stres atau putus asa ketika usahanya belum membuahkan hasil, karena ia meyakini bahwa hasil akhir berada dalam ketetapan Allah SWT.
Tawakal menjadi sumber kekuatan batin yang membuat seseorang tetap tenang dan optimistis dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Hal ini disampaikan oleh Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz H. Ibnu Arabi, S.Ag., M.Fil.I., dalam program Kuliah Subuh, senin, 29 Juni 2026.
“Istilah yang kedua adalah Bacucubaan. Dalam bahasa Banjar, bacucubaan memiliki makna mencoba melakukan sesuatu, mengambil tindakan positif, meskipun sebenarnya di dalam hati ada rasa kurang percaya diri.” Uujarnya.
Ibnu juga mengatakan rasa tidak percaya diri itu muncul karena kita merasa minim kemampuan, kurang pengalaman, atau belum memiliki keahlian yang mumpuni di bidang tersebut.
“Banyak di antara kita yang sering menunda berbuat kebaikan, menunda membuka usaha, atau menunda mengambil tanggung jawab hanya karena alasan, Aku belum pintar, atau Aku tidak bisa," ucapnya.
Ia kembali menambahkan di sinilah falsafah bacucubaan masuk sebagai obat penawar. Bacucubaan adalah sikap mental yang mendobrak rasa takut gagal. Ia adalah langkah awal untuk belajar langsung di medan kenyataan.
“Dalam pandangan Islam, sikap bacucubaan yang bernilai positif ini sangat selaras dengan arahan Rasulullah SAW agar umatnya selalu bersemangat atas hal-hal yang bermanfaat dan tidak membiarkan diri dikuasai oleh rasa lemah.” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....