Memaknai Falah Lebih dari Sekadar Keuntungan Materi
- 27 Apr 2026 17:21 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin : Dalam wacana ekonomi modern yang cenderung menekankan pertumbuhan, efisiensi, dan akumulasi keuntungan, konsep falah hadir sebagai perspektif alternatif yang lebih utuh dan bermakna. Berasal dari khazanah pemikiran Islam, falah tidak hanya dimaknai sebagai kesuksesan duniawi, tetapi juga mencakup kesejahteraan menyeluruh yang meliputi dimensi material, spiritual, dan sosial.
Secara etimologis falah berarti keberhasilan kemenangan atau kebahagiaan yang hakiki. Sedangkan dalam konteks ekonomi konsep ini menggeser orientasi dari sekadar keuntungan maximization menuju well being maximizationp.
Landaskannya adalah nilai-nilai etika dan keadilan. Dalam hal ini aktivitas ekonomi tidak hanya dinilai dari seberapa besar keuntungan yang diperoleh tetapi juga dari dampaknya terhadap manusia dan lingkungan.
"Penerapan falah dalam kehidupan ekonomi tercermin dalam prinsip-prinsip seperti kejujuran dalam transaksi serta larangan riba dan distribusi kekayaan yang adil serta kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah," ucap Ustadz Haris Fulidi Asnawi, dalam acara Kuliah Subuh Pro1 RRI Banjarmasin, Minggu, 26 April 2026.
Para pelaku ekonomi didorong untuk tidak hanya mengejar kepentingan pribadi tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat luas. Dalam kerangka ini keberhasilan sebuah usaha tidak hanya diukur dari neraca keuangan tetapi juga dari kontribusinya terhadap pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup.
Di tengah tantangan global seperti ketimpangan ekonomi dan krisis lingkungan konsep falah menjadi semakin relevan. Dengan menawarkan paradigma alternatif yang menyeimbangkan antara pertumbuhan dan pemerataan,antara eksploitasi dan keberlanjutan.
Memaknai falah dalam kehidupan ekonomi adalah tentang mengembalikan tujuan utama aktivitas ekonomi itu sendiri. Seperti menciptakan kesejahteraan yang adil serta berkelanjutan dan bermakna bagi seluruh umat manusia.
"Dengan demikian ekonomi tidak hanya menjadi alat untuk mencari nafkah tetapi juga sarana untuk mencapai kehidupan yang lebih baik secara menyeluruh." ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....