Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Sebagai Standar Kebenaran

  • 12 Sep 2024 07:51 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Dalam AlQur'an surah An-Nisa ayat 59 Allah berfirman yang artinya "Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasulnya dan Ulil Amri di antara kamu kemudian, jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) dan Rasul (sunnahnya) Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian yang demikian ini lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya".

Dr. Hamidi Ilhami, akademisi UIN Antasari menjelaskan kepada RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa (10/9/2024) dalam Al Qur'an surah An-Nisa ayat 59 ini dapat disimpulkan bahwa sudah semestinya sebagai umat muslim yang beriman untuk menaati semua perintah Allah dan Rasulullah SAW serta Ulil Amri (sebagai pemegang kekuasaan).

"Di ayat 59 surah An-Nisa menerangkan yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan umat muslim agar senantiasa kembali kepada Allah dan Rasulnya jika terdapat perselisihan ataupun juga permasalahan," ujar Hamidi.

Hamidi menjelaskan, terdapat dua aturan yang terkandung dalam ayat ini yang pertama taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan kepada Rasulnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, kemudian yang kedua mengembalikan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan Rasulnya jika terjadi perselisihan dengan pihak manapun.

Selanjutnya Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam kitab Al-Muwathta yang artinya: "Dan (Yahya al Laytsi) menceritakan aku dari Maalik, bahwasannya sampai kepadanya sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, bersabda:

"Sesungguhnya aku telah meninggalkan pada kamu dua perkara yang jika kamu berpegang teguh dengan keduanya kamu sekalian tidak akan sesat (yaitu) kitab Allah dan kepada sunnah Rasul-Nya".

Lebih lanjut Hamidi mengatakan, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahwa beliau telah meninggalkan dua hal bagi kalian semuanya. Apabila kalian konsisten kalian berpegang teguh kepada keduanya ini, maka niscaya kalian tidak akan sesat di dalam kehidupannya yakni kitabullah atau Alquran dan sunnah Rasulullah atau tradisi atau hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

"Perselisihan atau permasalahan memang kerap terjadi, namun dengan kembali kepada Al Qur'an dan Hadis, umat Islam dapat menemukan kesepakatan dan pemahaman bersama yang mendalam. Hal ini mengingatkan pada pentingnya persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan, serta mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW dalam setiap aspek kehidupan," ucapnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....