Mahkota Papua, Penutup Kepala Simbol Identitas Budaya

  • 31 Agt 2024 05:49 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarbaru: Disetiap perhelatan akbar nasional seperti Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia (Kreativesia) 2024, kehadiran penjaja produk souvenir atau buah tangan hingga kuliner turut menyemarakkan setiap sudut venue dihalaman kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru.

Stand pameran dari Papua Barat selalu ramai kunjungan, terlihat sejumlah pengunjung berasal dari peserta Kreativesia dari berbagai daerah dan masyarakat kota banjarbaru. Tak jarang, pengunjung menyempatkan berfoto mengenakan penutup kepala khas Papua.

Hasil kerajinan penutup kepala atau mahkota papua adalah sebuah jenis kerajinan tangan yang terbuat dari bulu-bulu burung yang indah dan unik serta hiasan manik-manik yang terbuat dari kerang menjadi daya Tarik tersendiri bagi pengunjung di stand pameran dari Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Fareld, penjaga stand pameran pemerintah Provinsi Papua Barat saat menjelaskan kerajinan mahkota Papua. (Foto: RRI/Herry).

Fareld salah satu penjaga stand mengatakan, mahkota ini menjadi salah satu kerajinan khas papua yang kami andalkan, apalagi saat ada event seperti ini pasti banyak yang mencari untuk digunakan atau sebagai souvenir. Mahkota papua yang dijual memang kami buat sendiri. Jumat (30/8/2024) malam.

“Kita harus melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan saat dilaksanakan event diluar Papua,” ujar Fareld.

Menurut Fareld, mahkota Papua yang terbuat dari bulu burung kasuari adalah contoh buah tangan yang dijual selama perhelatan Kreativesia di Banjarbaru. Harganya mulai dari Rp.500.000 hingga Rp.1.000.000,- sesuai bentuk dan ukurannya. Lazimnya bagi adat Papua, Bulu Kakak tua putih juga dipakai menghiasi mahkota yang dipakai dikepala itu. Begitu pula bulu burung sakral asli papua, cendrawasih, tapi karena burung tersebut termasuk satwa yang dilindungi dan menurut adat tidak sembarang orang memakainya.

“Penting juga untuk menciptakan kesadaran dan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya papua yang terkandung dalam kerajinan mahkota, dan ini bukan sekedar produk kerajinan tetapi juga sekaligus menjadi symbol identitas budaya dan kebanggan Masyarakat Papua,” ujarnya.

Yusuf salah satu pengunjung Stand Papua Barat saat mengenakan Mahkota Papua. (Foto: RRI/Herry).

Sementara, Yusuf salah satu pengunjung yang menyempatkan mengunjungi stand Papua Barat mengaku sengaja membeli mahkota papua untuk digunakan saat kegiatan budaya dan juga untuk koleksi.

“Mahkota Papua memiliki ciri khas serta unik, sebelumnya saya pernah ke Papua tapi tidak sempat membeli. Ternyata di pameran ini aku bisa menemukan dan membeli tanpa harus ke Papua.” ujar Yusuf sambil tertawa.

Di stand Papua Barat para pengunjung dapat melihat berbagai produksi kerajinan lainnya seperti kalung dari kerang, noken, hingga obat-obatan tradisonal khas Papua.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....