Pembelajaran Diferensiasi: Pengertian, Contoh dan Manfaatnya

  • 11 Jul 2024 12:18 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Pembelajaran berdiferensiasi adalah cara untuk menyesuaikan pembelajaran pada kebutuhan siswa dengan tujuan memaksimalkan masing-masing potensi pelajar atau siswa dalam lingkup yang diberikan.

"Adapun latar belakang pembelajaran berdiferensiasi ini, siswa datang ke sekolah dengan beragam perbedaan. Jadi, tidak adil jika guru menyampaikan materi pembelajaran dan melakukan dengan satu cara yang sama untuk semua siswa," kata Hariyadi, S.Th.I, M.P.d Guru SMP Negeri 7 Banjarmasin yang juga sebagai Guru Penggerak Angkatan ke- 7 Banjarmasin.

Menurut Hariyadi, guru harus bisa memberikan suasana belajar yang nyaman bagi peserta didik, antara lain harus tahu kesiapan belajar siswa, gaya belajar siswa, minat dan bakat siswa, dan kecepatan belajar siswa.

Dalam kesempatan yang sama Salasiah Guru TK Negeri Pembina Banjarmasin Timur 3 Banjarmasin mengatakan, pembelajaran berdiferensiasi ini merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang direncanakan sejak awal berdasarkan assesmen awal yang dilaksanakan oleh guru.

"Seperti filosofi semua siswa itu pada dasarnya memiliki kekuatan dalam bidang-bidang tertentu, dan semua siswa juga memiliki bidang yang butuh untuk dikuatkan, tidak ada kata terlambat untuk belajar, " ujar Jamaluddin, S.Pd Kepala sekolah SDN Tanjung Pagar 4.

Menurut Jamal, pembelajaran berdiferensiasi ini lebih fleksibel. Guru memiliki strategi yang tepat sesuai keadaan siswa di kelas. Kadang pembelajaran itu dalam kelompok besar, kecil dan individual.

Ada tiga aspek pembelajaran berdiferensiasi ujar Hariyadi yaitu konten berupa hal yang berhubungan dengan akses belajar dan materi. Kemudian kedua berhubungan dengan cara murid memahami materi dan yang ketiga produk atau assesmen yaitu berhubungan dengan hasil belajar murid.

Dengan Mengubah Mindset, Hariyadi mengatakan kalau dulu pembelajaran bersifat konvensional sekarang sebaliknya kita berikan metode pembelajaran yang menyenangkan, agar mereka kelak menjadi anak bangsa yang senang belajar dan sukses dalam proses belajar.

"Keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi itu terletak pada data hasil assesmen awal," kata Hariyadi.

Di akhir acara Ngobras, Jamal mengatakan sebuah kegiatan pembelajaran akan membuat anak menjadi pembelajar sepanjang hayat, dengan pembelajarannya yang menyenangkan dan diperlukan anak didik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....