Wayang Banjar dan Spiritual Budayanya
- 07 Jul 2024 14:40 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Wayang kulit di Indonesia dapat ditemui di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, dan termasuk juga di Kalimantan Selatan.
Wayang kulit di Kalimantan Selatan dinamakan Wayang Kulit Banjar, karena pendukung dari kesenian tersebut merupakan suku Banjar.
Jika dalam pementasan wayang kulit di Jawa disertai keberadaan para waranggana yakni para wanita yang membantu menyanyikan lagu atau gending-gending Jawa maka berbeda pada pertunjukan wayang Banjar.
Dalang Juna dan Komunitas Panginangan Banjar, diacara Panginangan Banjar di RRI Pro4 Banjarmasin juga dihadiri mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Banjarmasin.
Noval dan Madan nampak antusias bertanya tentang hal-hal unik dalam pagelaran Wayang Banjar. Sajian acara obrolan budaya Panginangan Banjar di RRI Pro4 Banjarmasin diawali dengan suguhan Tembang Pintu Kayangan oleh Dalang Juna.
Dalang Juna mengatakan,tembang Pintu Kayangan menurut persepsi kami adalah sebuah mantra, dan itu sangat berpengaruh karena memang harus ada.
"Mantra-mantra tersebut hanya sebagai pembuka di dalam pertunjukan pewayangan Banjar. Sekaligus sebagai pertanda memulai dan masuk pada hal-hal yang spiritual." ujar Dalang Juna.
Lebih lanjut Dalang Juna menjelaskan tentang mantra dalam wayang kulit yang dilakukan sejak awal pertunjukan dapat menimbulkan kekuatan bathin bagi dalang. Termasuk pada wayang yang digelar untuk pengobatan atau wayang tatamba.
Wayang Banjar di Kalimantan Selatan ada beberapa macamnya, ada Wayang Karasmin sebagai hiburan dan ada Wayang Tatamba yang diselenggarakan untuk pengobatan.
Selain itu ada juga pertunjukkan wayang sampir yaitu wayang Banjar yang berkaitan dengan spiritual apalagi jika ada yang memiliki hajat.
Wayang Banjar adalah warisan budaya dari Kalimantan Selatan yang tidak hanya mempesona secara visualnya sebagai hiburan saja tapi juga mengandung nilai-nilai spiritual.
‘’Maka tidak heran jika setiap pertunjukan wayang selalu diawali dengan ritual-ritual yang menghubungkan antara dunia material dengan dunia spiritual. Misalnya sebelum pertunjukan digelar, dalang atau para pemain wayang akan lebih dulu melakukan ritual keagamaan untuk memohon restu atau keselamatan.’’ ujar Dalang Juna..
Melalui dialog yang diperankan oleh tokoh-tokoh wayang, setiap pertunjukan wayang mengandung pesan moral yang tersirat.
Pertunjukan tidak hanya menghibur penonton saja tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kebijaksanaan hidup dan hubungan dengan alam semesta.
Diharapkan bahwa Wayang Banjar tidak hanya menjadi bagian dari sejarah dan identitas lokal saja, tetapi juga sekaligus sebagai simbol kearifan lokal masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang harus terus dijaga dan lestarikan.
‘’Semoga Wayang Banjar kedepan bukan hanya dipandang sebagai sebuah seni pertunjukan tradisional semata, tapi juga menjadi jendela yang membuka pandangan terhadap spiritualitas dan filosofi hidup dalam masyarakat Banjar.’’ kata Dalang Juna mengakhiri obrolan budaya Panginangan Banjar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....