Tanda-tanda Keberuntungan dalam Islam
- 15 Mei 2024 20:46 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Setiap keberuntungan harus ada usaha dan perjuangan. Orang beruntung bukan semata hanya karena memiliki jabatan yang bagus, harta melimpah ataupun yang hidupnya tak ada masalah.
Orang yang bahagia juga tidak bisa dinilai dari tampilannya. Sebab limpahan harta dan jabatan yang bagus bukan jaminan orang untuk bahagia. Begitupun kebahagiaan dunia dan akhirat tentu sudah menjadi harapan semua orang.
Bagi seorang muslim keberuntungan tidak hanya mendapat kebaikan dunianya saja, tetapi juga selamat di akhirat kelak. Umat muslim yang beruntung tidak hanya yang menjalani perintah fardhu Allah SWT tetapi juga menjauhi apapun yang dilarangNya. maka menilai orang tidak cukup hanya dari luarnya saja.
Ustadz H. M. Aberani saat mengisi acara Hikmah Subuh di Pro.4 RRI menyampaikan bahwa ada sebelas tanda -tanda orang yang bahagia dan beruntung yaitu mereka yang sederhana dalam urusan dunia dan lebih mencintai urusan akhirat.
"Orang yang beruntung selalu mensyukuri sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Mereka justru lebih mengutamakan urusan akhirat dengan memperbanyak ibadah dan melakukan kebaikan dengan mengharap ridha dari Allah SWT. Dengan demikian hatinya terasa tenteram tanpa mengeluhberlebihan," katanya.
Ustadz Aberani juga menyampaikan bahwa dalam Kitab Tanbihul Ghafilin ada sebelas tanda orang yang beruntung. Pertama yaitu orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang zuhud, artinya tidak gila dunia melainkan hanya mengharap kebaikan akhirat saja. Dunia hanya sebagai jalan untuk meraihkebahagiaan di akhirat.
Kedua yakni mereka yang terus semangat dalam beribadah dan rajin membaca Al-Qur'an. Ketiga adalah orang yang berbicaranya sedikit hanya sesuai kebutuhan. Sehingga lidahnya tidak sempat membicarakan kekurangan maupun kejelekan orang lain.
Keempat orang yang beruntung itu adalah orang yang senantiasa menjaga shalat lima waktu. Kelima adalah orang yang wara' yakni mereka yang mampu menjaga diri dari makanan dan barang yang haram dan subhat yaitu barang yang tidak jelas hukumnya, apakah halal atau haram.
"Misalnya jika tanpa sengaja menemukan barang atau uang, maka harus diumumkan dengan tenggang waktu sebagaimana telah di atur dalam Islam. Dan jika tidak tahu siapa pemiliknya sementara penemu ingin menggunakan, maka harus digunakan untuk kepentingan umum dan diniatkan dari pemilik barang atau uang yang hilang tersebut," katanya.
Tanda keberuntungan yang keenam adalah orang yang bersahabat dengan orang-orang sholeh.
"Kalau ingin beruntung di dunia dan akhirat maka cari dan berkawanlah dengan orang-orang yang sholeh. Berkawan dengan orang sholeh tidak menutup kemungkinan kita juga akan mengerjakan hal-hal yang baik dan menghindari yang dilarang Allah SWT," kata Ustad Aberani, menambahkan.
Ketujuh yakni orang yang rendah hati dan tidak takabbur. Kedelapan adalah mereka yang murah hati dan dermawan.
Kemudian yang kesembilan adalah orang yang memiliki sifat belas kasih kepada sesama dan makhluk ciptaan Allah SWT. Kesepuluh adalah orang yang memberi manfaat bagi orang lainnya.
Dan yang kesebelas adalah orang yang selalu mengingat mati sehingga menjadi motivasi bagi dirinya untuk selalu berbuat baik.
"Semua itu dilakukan semata hanya untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT. Itulah golongan orang yang beruntung," ujarnya mengakhiri sajian Hikmah Subuh di Pro.4 RRI Banjarmasin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....