Wongsolo Gelar Pelatihan Penanganan Kebakaran Mandiri

  • 07 Okt 2026 07:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Sosialisasi dan pelatihan ilmu dasar penanganan serta penanggulangan kebakaran secara mandiri digelar Resto Ayam Bakar Wongsolo. Kegiatan tersebut berlangsung di Wongsolo Jalan Ahmad Yani Simpang Empat Banjarbaru, Selasa, 6 Oktober 2026.

Mizan Arwani, Koordinator 2 Wongsolo menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan merupakan kerja sama dengan Seksi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjarbaru diikuti perwakilan dari seluruh cabang Wongsolo se-Kalimantan Selatan. Diantaranya berasal dari cabang Banjarbaru, Tabalong, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Banjarmasin.

"Pada kegiatan kali ini setiap cabang mengirim tiga staf. Harapannya agar para peserta bisa memiliki pengetahuan dasar dalam upaya penanganan kebakaran sejak dini, salah satunya di lingkungan kerja,"ujar Mizan Arwani

Sementara itu, Hairunisa Halim selaku Kasi Damkar Kota Banjarbaru, bersama sejumlah staf juga memberikan beragam pemaparan terkait pengenalan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Selain itu juga disampaikan beberapa jenis dan kandungan APAR yang efektif digunakan sesuai dengan karakteristik kebakaran.

Menurut Hairunisa Halim, dalam penanganan peristiwa kebakaran pada tahap awal, pemilihan APAR yang tepat menjadi salah satu faktor penting. Ia mengatakan setiap jenis kebakaran membutuhkan bahan pemadam yang berbeda. “Jadi, pengenalan jenis kebakaran dan pemilihan APAR yang tepat itu penting, agar penanganannya bisa dilakukan secara aman dan lebih efektif,"ujar Hairunisa

Selain mendapatkan materi teori, para peserta juga diajak praktik langsung dalam kegiatan pemadaman kebakaran secara mandiri menggunakan APAR. Praktik tersebut dilakukan dengan bimbingan dan pengawasan tim Damkar Kota Banjarbaru. Dengan demikian para peserta bisa lebih memahami penggunaan APAR secara tepat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran.

Hairunisa juga menjelaskan, ada beberapa tipe kebakaran yang biasa terjadi, di antaranya tipe A yakni melibatkan material seperti kertas, kayu dan kain. Sedangkan tipe B adalah kebakaran yang terjadi dari cairan mudah terbakar seperti minyak maupun solar. "Memiliki pemahaman tentang karakteristik kebakaran itu perlu, tujuannya agar penggunaan APAR tidak semakin menambah risiko,"katanya

.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....