Peran Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Matematika, Penalaran Tetap Utama

  • 05 Okt 2026 20:07 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu untuk mendukung proses berpikir siswa, bukan menggantikan penalaran mereka.
  • Artificial Intelligence dapat membantu siswa memahami pembelajaran matematika secara lebih cepat dan fleksibel.
  • AI dapat memberikan penjelasan, contoh, umpan balik, dan alternatif strategi penyelesaian ketika siswa mengalami kesulitan.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat membantu siswa memahami pembelajaran matematika secara lebih cepat dan fleksibel. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memberikan penjelasan, contoh, umpan balik, serta alternatif strategi penyelesaian ketika siswa mengalami kesulitan.

Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Hasby Assidiqi, S.Pd., M.Si., dalam program Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Senin, 5 Oktober 2026. Menurutnya, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu untuk mendukung proses berpikir, bukan menggantikan penalaran siswa.

Menurutnya dalam pembelajaran matematika, AI juga dapat membantu siswa mengeksplorasi berbagai cara menyelesaikan masalah. Namun, penggunaannya tetap perlu diarahkan agar siswa tidak kehilangan kesempatan membangun kemampuan berpikir dan memecahkan masalah.

“Jangan menyerahkan proses berpikir itu kepada AI, tetapi AI digunakan sebagai alat bantu,” kata Hasby. “Prinsip sederhananya adalah berpikir dulu, gunakan AI untuk verifikasi dan refleksi dalam pemecahan masalah.”

Menurutnya, siswa sebaiknya memahami persoalan terlebih dahulu sebelum meminta bantuan AI. Dalam matematika, siswa perlu mengidentifikasi apa yang ditanyakan, konsep yang berkaitan, serta informasi penting sebelum menyusun strategi penyelesaian.

“AI dapat digunakan untuk meminta petunjuk, bukan langsung meminta jawaban,” ujarnya. “Siswa dapat meminta penjelasan konsep, mencari cara alternatif, memeriksa langkah tertentu, atau membandingkan strategi penyelesaian.”

Penggunaan AI juga perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap jawaban yang diberikan. Siswa perlu memeriksa rumus, operasi, asumsi, dan logika yang digunakan agar tidak langsung menerima keluaran AI sebagai jawaban yang benar.

“Setelah selesai, lakukan refleksi tentang bagaimana soal itu berhasil diselesaikan dan bagian mana yang dibantu AI,” katanya. “Jika siswa tidak mampu menjelaskan solusi tanpa melihat AI, berarti pemahamannya belum sepenuhnya terbentuk.”

Pemanfaatan AI dalam pembelajaran matematika diharapkan tetap menempatkan siswa sebagai pihak yang aktif dalam proses belajar. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman, sementara kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah tetap dibangun melalui proses belajar siswa sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....