Hadapi Tekanan Hidup dengan Konsep Sakinah dan Takawal
- 03 Okt 2026 18:13 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Sakinah dinilai sebagai kunci utama untuk mencapai ketenangan hati dalam menghadapi berbagai tekanan kehidupan sesuai perspektif Islam.
- Ketenangan mental dan spiritual diperlukan agar seseorang tidak panik dan mampu menghadapi persoalan dengan pikiran yang jernih dan rasional.
- Kebutuhan akan ketenangan tidak mengenal batasan gender maupun profesi, berlaku bagi semua lapisan masyarakat menurut Ustaz Bashori.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sakinah dinilai menjadi kunci ketenangan hati dalam menghadapi berbagai tekanan kehidupan. Dalam Islam, ketenangan diperlukan agar seseorang tidak panik dan tetap mampu menghadapi persoalan dengan pikiran yang jernih.
Hal tersebut disampaikan akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz Bashori, M.Ag., dalam program Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 3 Oktober 2026. Menurutnya, ketenangan merupakan kebutuhan setiap orang tanpa mengenal gender maupun profesi.
“Ketenangan itu bukan berarti bebas dari masalah, tetapi diperlukan ketika menghadapi masalah,” ucapnya. “Sakinah adalah ketidakpanikan ketika menghadapi tekanan.”
Bashori menjelaskan kepanikan dapat membuat seseorang kehilangan kemampuan berpikir rasional saat menghadapi persoalan. Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang mengambil keputusan yang keliru dalam kehidupannya.
Menurutnya, setiap orang memiliki masalah dengan bentuk dan kapasitas yang berbeda, mulai dari persoalan keluarga, ekonomi, hingga sosial. Masalah juga menjadi bagian dari ujian kematangan seseorang dalam menjalani kehidupan.
Bashori mengatakan kemampuan bersandar kepada Allah menjadi bagian penting dalam menghadapi persoalan. Konsep sakinah dalam Al-Qur’an juga berkaitan dengan kondisi krisis dan ancaman, seperti perjalanan hijrah Rasulullah saw bersama Abu Bakar saat menghadapi tekanan kaum Quraisy.
| Baca juga: Akhlak Nabi Muhammad Jadi Teladan Umat Islam |
Menurutnya, Allah memberikan sakinah kepada orang beriman yang memiliki keyakinan kuat kepada-Nya. Keyakinan tersebut diwujudkan dengan menjalankan perintah Allah dan memasrahkan hasilnya kepada-Nya.
“Kalau kita menghadapi masalah, kita kembalikan kepada Allah agar tidak terbebani,” ucapnya. “Kita perlu bertawakal kepada Allah dan tidak terpuruk karena masalah.”
Bashori juga mengingatkan kemudahan materi tidak selalu menghadirkan ketenangan hati. Seseorang dapat memiliki harta dan berbagai fasilitas, tetapi tetap merasakan kegelisahan.
“Ketika muncul ketidaktenangan tanpa sebab, kita perlu menjadikan Allah sebagai tempat bergantung,” ujarnya. “Kuncinya, sakinah dalam kajian Al-Qur’an adalah bersandar kepada Allah.”
Ia mengajak umat untuk tetap berikhtiar, berdoa, mendekat kepada Allah, dan menerima hal-hal yang berada di luar kendali manusia. Ikhtiar merupakan usaha manusia, sedangkan sakinah merupakan pemberian Allah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....