Arus Informasi Digital Serba Cepat Jadi Tantangan Pengamalan Nilai Pancasila

  • 02 Okt 2026 12:21 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Perkembangan teknologi dan arus informasi digital menjadi tantangan baru dalam menjaga eksistensi dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Momentum Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi pengingat untuk tetap menerapkan nilai Pancasila di era globalisasi.

Perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan berbagai informasi dari berbagai sumber. Kondisi ini juga membuat masyarakat perlu lebih selektif dalam menerima dan menyikapi informasi yang beredar.

Salah seorang dosen Ilmu Komunikasi Universitas Lambung Mangkurat, Muhammad Ainani, S.I.P., M.A., mengatakan, tidak terdapat persoalan terhadap eksistensi Pancasila meski masyarakat memasuki era globalisasi dan dunia digital. Pancasila dipandang sebagai ideologi terbuka yang mampu mengikuti perkembangan zaman.

Tantangan justru terletak pada bagaimana masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila ketika beraktivitas, terutama di ruang digital di tengah maraknya disinformasi, misinformasi, hoax, dan ujaran kebencian. Masyarakat perlu tetap memegang prinsip Pancasila, termasuk dalam menerima dan menyebarkan berbagai informasi yang beredar di media digital.

"Eksistensi itu akan hadir sendiri ketika kita mengamalkan itu ke dalam kehidupan kita saat ini. Jadi misalkan kita berselancar di dunia maya, bagaimana sikap kita menjaga diri juga termasuk salah satu penerapan nilai pancasila. Jangan sampai menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoax," ujar Ainani, pada saat ditemui di Gedung Prodi Ikom, Universitas Lambung Mangkurat, Rabu, 30 September 2026.

Sementara itu, salah seorang mahasiswi, Sevi menyebutkan kelima sila saling berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut menjadi pegangan dalam memaknai Pancasila sebagai dasar negara.

Nilai Ketuhanan dapat diwujudkan melalui ibadah, nilai kemanusiaan dengan menghargai sesama, dan persatuan dengan menjaga hubungan di tengah perbedaan. Pada nilai kerakyatan dan keadilan diwujudkan melalui musyawarah, sedangkan nilai gotong royong dan sikap adil dijalankan dalam kehidupan sosial.

"Meskipun arus teknologi informasi terus berkembang, perkembangan itu tidak mengurangi nilai Pancasila. Karena dalam sehari sehari pun kehidupan kita berkaitan dengan pancasila,” katanya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan zaman, tantangan kehidupan bermasyarakat semakin kompleks. Oleh karena itu, pengamalan nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi pedoman untuk menjaga eksistensi dasar negara.(Nanda Lesiya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....