Hari Sungai Sedunia, Wali Kota Banjarmasin: Jaga Sungai atau Genangan Mengintai
- 29 Sep 2026 14:30 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Hari Sungai Sedunia yang diperingati setiap minggu keempat September, menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Banjarmasin untuk memperkuat upaya menjaga fungsi sungai. Hal itu sebagai bagian penting dari sistem pengendalian genangan sekaligus identitas kota.
Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR mengatakan, kondisi kemarau panjang saat ini menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat normalisasi dan pengerukan sungai. Terutama pada titik yang mengalami sedimentasi dan dipenuhi sampah.
“Di saat kondisi kemarau yang sangat panjang ini, menjadi kesempatan emas bagi kita pemerintah daerah untuk melakukan normalisasi atau pengerukan sungai. Terutama yang penuh dengan sedimen dan sampah,” ujar Yamin, Rabu, 29 September 2026.
Menurutnya, normalisasi tidak hanya menyasar sungai utama, tetapi juga kanal dan anak sungai yang berperan dalam kelancaran sistem aliran air di Kota Banjarmasin. Yamin menegaskan, pemerintah melalui jajaran teknis, khususnya bidang sungai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terus melakukan pengerukan dan normalisasi di sejumlah titik.
“Kita tidak berhenti, dari awal sampai sekarang. Di beberapa titik wilayah, baik kanal, sungai maupun anak sungai, kita terus melakukan normalisasi dan pengerukan,” katanya.
Ia menyebut, normalisasi diperlukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus menjaga fungsi sungai sebagai ruang retensi ketika musim hujan. Termasuk saat terjadi kiriman air maupun pasang air laut atau rob.
“Ini harus kita jaga agar tidak terjadi genangan yang begitu lama di Kota Banjarmasin. Karena itu jajaran pemerintah daerah, khususnya PU bagian sungai, terus bergerak melakukan normalisasi sungai,” ucapnya.
Selain upaya pemerintah, Yamin mengingatkan masyarakat untuk turut menjaga sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mempersempit ruang sungai. Menurutnya, keberadaan sungai tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan perkembangan Banjarmasin yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai.
“Banjarmasin tidak bisa dipisahkan dari sungai. Di sungai ada sejarah kota ini bermula. Di tepian sungai kehidupan tumbuh dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Sungai Sedunia sebagai pengingat untuk menjaga sungai secara bersama-sama agar tetap berfungsi bagi generasi mendatang. Menjaga sungai bukan hanya berkaitan dengan kelestarian lingkungan, tetapi juga keberlangsungan kehidupan dan sejarah Kota Banjarmasin.
“Jangan jadikan sungai sebagai tempat sampah, jangan mempersempit ruangnya, rawat bantaran dan jaga aliran sungainya secara bersama-sama. Dengan menjaga sungai berarti juga menjaga kehidupan, menjaga sejarah, dan menjaga masa depan Kota Banjarmasin demi anak cucu kita,” ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....