Empati di tengah Musibah, Pemko Banjarmasin Tiadakan Hiburan Harjad ke-500 Tahun

  • 17 Sep 2026 02:05 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan meniadakan seluruh rangkaian perayaan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan. Keputusan tersebut diambil di tengah berbagai musibah yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap masyarakat Kalimantan Selatan.

Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR mengatakan keputusan tersebut bukan perkara mudah. Sebab, persiapan menyambut perjalanan lima abad Kota Banjarmasin telah dilakukan dan dinantikan oleh berbagai pihak.

Namun, kondisi masyarakat dan berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini membuat pemerintah harus mempertimbangkan kembali bentuk peringatan lima abad Kota Banjarmasin.

"Keputusan ini tidak mudah, tapi kami mengambilnya dengan hati dan rasa kebersamaan. Lima ratus tahun Kota Banjarmasin adalah perjalanan yang penuh makna dan tentu ingin kita sambut dengan suka cita dan persiapan juga sudah dilakukan serta dinantikan berbagai pihak," ujar Wali Kota Banjarmasin.

Menurutnya, saat ini bangsa Indonesia sedang melewati sejumlah peristiwa berat. Mulai dari saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur menghadapi bencana gempa bumi, dan masyarakat di Kalimantan Selatan menghadapi karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Kondisi tersebut turut memunculkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), baik di kalangan pelajar maupun masyarakat umum. Di sisi lain, kekeringan juga membuat sebagian masyarakat menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.

Belum selesai persoalan tersebut, masyarakat juga tengah berduka atas tragedi KM Virgo Transport 8. Hingga kini, masih ada keluarga yang menunggu kabar keselamatan orang-orang yang mereka cintai.

"Beberapa waktu terakhir negeri ini sedang melewati peristiwa berat. Terbaru adalah tragedi KM Virgo 8 yang masih ada sampai saat ini keluarga yang menunggu kabar keselamatan keluarganya," ucapnya.

Atas pertimbangan tersebut, Pemko Banjarmasin memilih untuk meniadakan kegiatan Harjad ke-500 yang bersifat hiburan. Wali Kota menyadari keputusan itu dapat berdampak kepada banyak pihak yang sebelumnya telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut momentum bersejarah tersebut.

Ia pun menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah bekerja dan menggantungkan harapan pada berbagai kegiatan perayaan Harjad ke-500. "Ini bukan keputusan mudah, karena banyak pihak yang sudah bekerja mempersiapkan diri dan menggantungkan harapan pada kegiatan itu. Namun kami percaya, sebuah kota tidak menjadi besar karena perayaan, tapi karena warganya," ujarnya.

Menurutnya, ditiadakannya pesta hiburan bukan berarti perjalanan 500 tahun Kota Banjarmasin kehilangan makna. Justru, momentum lima abad tersebut dapat diperingati dengan cara yang lebih sederhana, penuh kepedulian, serta menunjukkan solidaritas terhadap sesama.

"Mungkin tahun ini kita tidak membuat perayaan seperti rencana awal. Tapi kita peringati dengan lebih berarti dan bermakna," ujarnya.

Ia juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan rangkaian kegiatan Harjad ke-500 Kota Banjarmasin. Di tengah suasana duka yang menyelimuti sejumlah daerah, Pemko Banjarmasin mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan empati dan kepedulian.

“Kepada seluruh pihak yang sudah mempersiapkan, saya menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf atas semua keputusan ini. Melalui empati dan kepedulian, kita kirimkan doa terbaik untuk mereka yang tertimpa musibah," ucapnya.

Bagi Wali Kota, sejarah panjang Banjarmasin selama lima abad tidak akan berkurang hanya karena sebuah perayaan hiburan ditiadakan. "Sejarah Banjarmasin tidak menjadi kecil hanya karena tidak dirayakan. Justru sudah seharusnya kita memahami bahwa dalam keadaan seperti ini, kita harus bergandengan tangan dan saling menguatkan," ujarnya.

Keputusan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin tidak semata-mata tentang kemeriahan, panggung, atau pesta. Lima abad perjalanan Kota Seribu Sungai diharapkan menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa kebesaran sebuah kota juga tercermin dari kepedulian warganya ketika sesama sedang menghadapi kesulitan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....