Gubernur Kalsel Sampaikan Duka, Pastikan Penanganan KM Virgo
- 13 Sep 2026 16:34 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan duka cita atas musibah KM Virgo Transport 8 yang mengalami kondisi darurat di perairan Jawa pada Minggu dini hari, 13 September 2026.
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap operasi pencarian, pertolongan, dan penyelamatan seluruh korban.
- Gubernur menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan mendoakan penumpang serta awak kapal yang masih dalam proses pencarian agar segera ditemukan dalam keadaan selamat.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan duka cita atas musibah KM Virgo Transport 8 yang mengalami kondisi darurat di perairan Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu dini hari, 13 September 2026. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan penuh terhadap operasi pencarian, pertolongan, dan penyelamatan seluruh korban.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan masyarakat Banua, Muhidin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Ia juga mendoakan penumpang dan awak kapal yang masih dalam proses pencarian agar segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia,” ujar Muhidin. “Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.”
Muhidin menegaskan fokus utama saat ini adalah pencarian, pertolongan, dan penyelamatan seluruh korban. Ia telah meminta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan penuh terhadap operasi SAR yang dipimpin Basarnas.
“Saat ini, prioritas kita adalah pencarian, pertolongan, dan penyelamatan seluruh korban,” ucapnya. “Saya telah meminta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memberikan dukungan penuh kepada operasi SAR bersama seluruh unsur yang terlibat.”
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, KSOP, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya. Muhidin meminta seluruh jajaran Pemprov Kalsel mendukung kebutuhan operasi hingga proses pencarian dan penyelamatan selesai.
Selain mendukung operasi SAR, Muhidin meminta fasilitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan meningkatkan kesiapsiagaan. Rumah sakit rujukan di Banjarmasin dan sekitarnya diminta memastikan kesiapan untuk menangani korban yang berhasil dievakuasi.
Tenaga medis, instalasi gawat darurat, tempat tidur, ambulans, obat-obatan, persediaan darah, serta sistem rujukan diminta berada dalam kondisi siap. Muhidin menegaskan penanganan korban dalam kondisi darurat tidak boleh terkendala persoalan administratif.
“Jangan sampai ada korban yang terlambat mendapatkan pertolongan karena persoalan administratif. Dalam keadaan darurat, keselamatan manusia adalah yang utama,” katanya.
Muhidin juga meminta keluarga korban mendapatkan informasi yang jelas, cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan keluarga korban memperoleh pendampingan.
“Kami ingin memastikan keluarga korban mendapatkan informasi yang jelas dan bertanggung jawab. Pemerintah akan terus hadir dan berkoordinasi dengan seluruh pihak,” ujarnya.
Muhidin mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi, foto, video, maupun kabar mengenai korban yang belum terverifikasi. Menurutnya, masyarakat perlu menghormati korban dan keluarga serta mendukung proses pencarian dengan menjaga ketenangan.
“Saat ini yang paling dibutuhkan adalah doa, ketenangan, dan dukungan kepada tim yang sedang bekerja di lapangan,” ucapnya. “Kita harus memberikan ruang bagi tim SAR untuk menjalankan tugas kemanusiaan secara maksimal.”
Ia juga meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab musibah dan menyerahkan proses investigasi kepada pihak berwenang. Menurutnya, penyebab kejadian harus ditentukan berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Setelah proses pencarian dan penyelamatan selesai, Muhidin meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan transportasi laut. Evaluasi tersebut mencakup aspek teknis, kelaiklautan kapal, prosedur keselamatan, hingga perlindungan terhadap penumpang.
“Setiap penumpang bukan sekadar angka dalam manifest. Di belakang setiap nama ada keluarga yang menunggu, ada orang tua, anak, suami, istri, saudara, dan orang-orang yang mencintainya,” ucapnya.
Muhidin menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan terus hadir dan bekerja bersama seluruh unsur terkait hingga penanganan musibah selesai. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak maksimal untuk mendukung pencarian dan penyelamatan para penumpang serta awak kapal.
“Kami bersama Bapak dan Ibu. Pemerintah hadir, tim SAR sedang bekerja, dan kita akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan serta menyelamatkan seluruh saudara kita,” kata Muhidin.
KM Virgo Transport 8 diketahui berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan total 243 orang di atas kapal. Kapal tersebut dilaporkan mengalami kondisi darurat setelah menghadapi cuaca buruk dan kehilangan komunikasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....