BRIN Dorong Pengembangan Pertanian Lahan Rawa HSU

  • 10 Sep 2026 00:14 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Hulu Sungai Utara - Pusat Riset Tanaman Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membahas dua naskah akademik untuk mendukung pembangunan pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kalimantan Selatan. Pembahasan tersebut dilakukan dalam sosialisasi dan audiensi bersama Pemerintah Kabupaten HSU di Mess Negara Dipa, Selasa, 8 September 2026.

Dua naskah akademik tersebut disusun sebagai landasan kebijakan pembangunan pertanian, khususnya dalam pengelolaan lahan rawa dan peningkatan produktivitas pertanian. Kegiatan ini juga bertujuan memperoleh masukan dari pemerintah daerah serta mendukung penerapan hasil kajian di Kabupaten HSU.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati HSU H Sahrujani. Turut hadir Ketua Tim BRIN sekaligus narasumber Masganti bersama Khairil Anwar, Kepala Bapperida HSU Jumadi, Plt Kepala Dinas Pertanian HSU, para penyuluh pertanian lapangan, serta perwakilan instansi terkait.

Bupati HSU H Sahrujani mengapresiasi perhatian BRIN terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten HSU. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para penyuluh pertanian yang selama ini mendukung upaya pemerintah daerah menjadikan HSU sebagai kawasan agrominapolitan.

"Saya ucapkan terimakasih juga kepada para penyuluh pertanian lapangan yang selama ini luar biasa perjuangan dalam upaya kita menjadikan kabupaten Hulu Sungai Utara sebagai kawasan agrominapolitan," ujar Bupati Sahrujani saat membuka kegiatan.

Sahrujani mengatakan, Kabupaten HSU tidak memiliki banyak sumber daya alam sehingga pemerintah daerah terus mendorong sektor pertanian dan perikanan. Pengembangan kedua sektor tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, saya yakin kegiatan menanam dan panen dapat terus meningkat," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim BRIN Masganti menjelaskan, kedua naskah akademik tersebut berfokus pada pengelolaan lahan rawa di Kabupaten HSU. Menurutnya, lahan rawa memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan.

Dua naskah akademik yang disusun BRIN masing-masing membahas Desain dan Pengelolaan Sistem Tata Air Mikro di Lahan Rawa serta Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi di Kalimantan Selatan. Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pengelolaan lahan dan peningkatan produktivitas pertanian.

"Kami berharap pemanfaatan lahan rawa yang potensial ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi swasembada pangan nasional," ujar Masganti.

Melalui sosialisasi dan audiensi tersebut, BRIN dan Pemerintah Kabupaten HSU dapat menyamakan pemahaman mengenai pengembangan pertanian berbasis lahan rawa. Masukan dari pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat naskah akademik sekaligus mendukung penerapannya di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....