BMKG Luruskan Mitos Air Hujan dari Operasi Modifikasi Cuaca

  • 08 Sep 2026 19:11 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor meluruskan mitos tentang air hujan dari Operasi Modifikasi Cuaca yang tersebar di tengah kondisi kabut asap Kalimantan Selatan.
  • Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan bahan semai berupa natrium klorida atau garam untuk merangsang awan potensial agar pembentukan butir air dalam awan lebih cepat.
  • Rara Rahmita Nurafifah dari Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor menjelaskan teknologi OMC melalui Program Kentongan RRI Pro 1 Banjarmasin pada Selasa, 8 September 2026.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor meluruskan mitos tentang air hujan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang beredar di tengah kondisi kabut asap Kalimantan Selatan. Hal tersebut disampaikan Staf Prakiraan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Rara Rahmita Nurafifah, dalam Program Kentongan RRI Pro 1 Banjarmasin, Selasa, 8 September 2026.

Rara menjelaskan, OMC menggunakan bahan semai berupa natrium klorida atau garam untuk merangsang awan potensial. Bahan tersebut membantu mempercepat pembentukan butir air di dalam awan sehingga dapat turun sebagai hujan.

“Banyak hoaks yang beredar bahwa air hujan dari OMC tidak boleh ditampung karena mengandung bahan kimia,” ucapnya. “Padahal, bahan yang ditaburkan hanya garam untuk merangsang awan sehingga air hujan tetap aman digunakan.”

Kabut asap juga dapat memengaruhi jarak pandang masyarakat, terutama pada pagi hingga dini hari. Penumpukan partikel asap di dekat permukaan dipengaruhi inversi suhu yang menahan asap di lapisan bawah atmosfer.

Memasuki pukul 09.00 hingga 11.00 Wita, kondisi udara biasanya mulai membaik setelah sinar matahari memanaskan permukaan bumi. Kondisi tersebut membuat udara tidak sepekat pada sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 Wita.

“Pada pukul 09.00, 10.00, dan 11.00 kondisi udara lebih baik, tidak sepekat pukul 05.00, 06.00, atau 07.00 pagi,” ujar Rara. “Karena sudah muncul matahari yang mulai memanaskan bumi.”

Meski jarak pandang cenderung membaik pada siang hari, kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan kualitas udara telah sehat. Partikel mikro seperti PM2.5 masih dapat melayang di udara sehingga masyarakat tetap perlu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat Banua dapat memperoleh informasi yang valid dengan memantau kanal resmi BMKG. Informasi mengenai hotspot dan kondisi cuaca dapat diakses melalui Instagram @cuacakalsel, WhatsApp BMKG, serta aplikasi InfoBMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....