Bank Kalsel Perkuat Kemitraan Pers di Era Digital

  • 03 Sep 2026 17:11 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bank Kalsel terus memperkuat sinergi dan hubungan kemitraan dengan insan pers sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang sehat, profesional, dan berlandaskan kepercayaan. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Operasional Bank Kalsel, Iwan, saat membuka Media Gathering Bank Kalsel yang diikuti puluhan insan media di Platinum Hotel Indonesia, Surabaya, Kamis 3 September 2026.

Iwan menilai media memiliki peran strategis bagi industri perbankan, bukan sekadar sebagai sarana publikasi. Menurutnya, pers merupakan mitra penting dalam menyampaikan informasi, membangun reputasi dan kredibilitas, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan.

“Bagi Bank Kalsel, media bukan hanya mitra komunikasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Iwan. Ia menegaskan, industri perbankan merupakan bisnis yang sangat bergantung pada kepercayaan sehingga hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan perlu terus dipelihara.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan juga menyampaikan salah satu tonggak penting Bank Kalsel pada 2026, yakni resminya bank pembangunan daerah tersebut menjadi Bank Devisa sejak 22 Juni 2026. Menurutnya, status baru itu bukan sekadar penambahan layanan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat posisi Bank Kalsel agar semakin modern dan kompetitif.

“Kalimantan Selatan memiliki potensi perdagangan dan ekspor yang besar, mulai dari batu bara, kelapa sawit, hasil perkebunan hingga berbagai komoditas unggulan lainnya,” katanya. Oleh karena itu, Bank Kalsel ingin semakin banyak aktivitas ekonomi dan perdagangan masyarakat Kalsel dapat dilayani oleh bank milik daerah sendiri.

Selain perkembangan bisnis perbankan, Media Gathering Bank Kalsel turut mengangkat tema mengenai peran media di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Iwan menilai kehadiran AI telah mengubah cara informasi diproduksi, disebarluaskan, hingga dikonsumsi masyarakat, sekaligus menghadirkan peluang dan tantangan baru bagi dunia jurnalistik.

“Ada empat hal yang harus terus kita jaga, yaitu akurasi, kredibilitas, verifikasi, dan etika jurnalistik,” ucap Iwan. Menurutnya, teknologi boleh berkembang pesat, tetapi pemanfaatannya harus tetap mengedepankan tanggung jawab, integritas, dan kualitas informasi agar kepercayaan publik tidak tergerus.

Melalui Media Gathering tersebut, Bank Kalsel berharap hubungan dengan insan pers semakin erat sekaligus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi yang lebih kuat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Bank Kalsel tidak dapat tumbuh sendiri, kami membutuhkan dukungan seluruh stakeholder, termasuk rekan-rekan media; mari kita bangun komunikasi yang sehat, profesional, terbuka, dan dilandasi rasa saling percaya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....