MI Al-Irsyad Islamiyah Banjarmasin Integrasikan Kurikulum Berbasis Cinta

  • 30 Agt 2026 16:04 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • MI Al-Irsyad Islamiyah di Banjarmasin mengembangkan sistem pendidikan dengan memadukan kurikulum Al-Irsyad Al Islamiyah dan Kementerian Agama sejak berganti nama pada 2022.
  • Sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama ini terus berinovasi dalam bidang pendidikan Islam untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
  • MI Al-Irsyad Islamiyah telah mengalami perubahan nama berkali-kali, dari Arabian School menjadi MI Al-Asriyah dan kemudian menjadi MI Al-Irsyad Islamiyah.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Irsyad Islamiyah di Jalan Sulawesi, Banjarmasin, terus mengembangkan sistem pendidikannya sejak berganti nama pada 2022. Sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama tersebut kini memadukan kurikulum Al-Irsyad Al Islamiyah dan Kementerian Agama.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris PC Al-Irsyad Al Islamiyah Kota Banjarmasin, Umar Abu Zubair, dalam acara Ngobrol Bareng Komunitas di RRI Pro1 Banjarmasin, Minggu, 23 Agustus 2026. Ia menjelaskan, sekolah tersebut sebelumnya menggunakan nama Arabian School sebelum berubah menjadi MI Al-Asriyah dan kemudian MI Al-Irsyad Islamiyah.

“Cukup lama menggunakan nama MI Al-Asriyah, sampai berpuluh-puluh tahun. Akhirnya, pada 2022, nama sekolah berubah menjadi MI Al-Irsyad Islamiyah,” ujarnya.

Umar mengatakan, nama MI Al-Irsyad Islamiyah baru digunakan selama sekitar empat tahun. Pengelolaan sekolah dilakukan PC Al-Irsyad Al Islamiyah Kota Banjarmasin dengan pengawasan dan dukungan dari Pengurus Pusat Al-Irsyad Al Islamiyah.

“Sekolah ini dipegang oleh PC Al-Irsyad Al Islamiyah Kota Banjarmasin. Sejak 2022, sekolah juga diawasi dan mendapat dukungan dari Al-Irsyad Al Islamiyah pusat,” ujarnya menambahkan.

Ia menjelaskan, kurikulum yang digunakan merupakan perpaduan antara kurikulum Al-Irsyad Al Islamiyah dan Kementerian Agama. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dikembangkan Kementerian Agama juga telah diintegrasikan dalam proses pembelajaran di sekolah tersebut.

“Sekarang ada kurikulum baru, yaitu Kurikulum Berbasis Cinta dari Kementerian Agama,” ujarnya. “Kurikulum tersebut sudah kami integrasikan dan Alhamdulillah perkembangannya cukup cepat serta mendapat banyak antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan anaknya di sekolah kami.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....