Antisipasi Ancaman Karhutla, Tim Gabungan Martapura Barat Disiagakan

  • 30 Agt 2026 12:18 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Martapura - Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca terik yang melanda Kabupaten Banjar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api sekaligus mengurangi risiko kabut asap selama musim kemarau.

Kesiapsiagaan dilakukan dengan memantau kondisi wilayah dari Posko Karhutla Kecamatan Martapura Barat, Jumat, 28 Agustus 2026. Personel dari sejumlah unsur ditempatkan di posko untuk mempercepat respons apabila terjadi kebakaran lahan.

Posko yang berada di halaman Kantor Kecamatan Martapura Barat tersebut melibatkan jajaran BPBD Kabupaten Banjar dan Tim Relawan BPBD. Unsur TNI dan Polri wilayah hukum Martapura Barat serta pegawai kecamatan juga turut mendukung kegiatan siaga tersebut.

Selain menyiagakan personel, tim gabungan mempersiapkan sarana pendukung untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran. Satu unit mobil pick-up yang telah dimodifikasi untuk membawa tandon air berkapasitas besar disiapkan di halaman kantor kecamatan.

Armada tersebut menjadi salah satu sarana untuk mendukung penanganan awal apabila ditemukan titik api di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam berukuran besar. Dengan dukungan tandon air portabel, petugas diharapkan dapat melakukan respons lebih cepat sebelum api meluas.

Cuaca terik yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan potensi vegetasi kering mudah terbakar di wilayah Martapura Barat. Kondisi tersebut membuat pemantauan kawasan rawan karhutla perlu dilakukan secara lebih intensif.

Tim gabungan juga melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat di sejumlah wilayah. Warga diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang dapat memicu meluasnya kebakaran.

Kesiapsiagaan tersebut tidak hanya difokuskan pada penanganan ketika kebakaran terjadi. Upaya pencegahan melalui patroli dan edukasi kepada masyarakat juga dilakukan untuk menekan potensi munculnya titik api.

Koordinasi antara BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan relawan terus diperkuat selama kondisi cuaca masih berisiko. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.

Dengan kesiapan personel dan sarana pemadaman awal, tim gabungan berupaya menjaga wilayah Martapura Barat tetap aman dari ancaman karhutla. Pemantauan akan terus dilakukan selama musim kemarau untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....