Kabut Asap Karhutla, Disdik Banjar Siapkan Pembelajaran Jarak Jauh
- 29 Agt 2026 20:52 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Martapura - Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menyiapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi jika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin memburuk. Kebijakan tersebut disiapkan untuk menjaga kegiatan belajar tetap berlangsung sekaligus melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik.
Bupati Banjar menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk memantau kondisi seluruh satuan pendidikan menyusul meningkatnya kabut asap di sejumlah wilayah. Pemantauan dilakukan sebagai dasar untuk menentukan langkah pembelajaran yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan keselamatan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran sekolah untuk memantau kondisi udara. Sekolah juga diminta memastikan kesiapan masing-masing dalam menghadapi kemungkinan memburuknya kualitas udara.
Liana menyebut kondisi kesehatan peserta didik harus menjadi perhatian selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Jika kabut asap semakin pekat dan berpotensi mengganggu kesehatan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi perhatian utama. Kami terus memantau kondisi sekolah-sekolah dan menyiapkan langkah alternatif apabila situasi kabut asap semakin memburuk,” ujar Liana Penny.
Salah satu alternatif yang disiapkan adalah penerapan Pembelajaran Jarak Jauh apabila kondisi mengharuskannya. Skema tersebut memungkinkan kegiatan belajar tetap berjalan tanpa mengharuskan siswa beraktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.
Liana menjelaskan, penerapan PJJ akan mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah serta perkembangan kabut asap. Sekolah diberikan ruang untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan tetap mengacu pada kebijakan dan arahan pemerintah daerah.
“Pembelajaran tetap harus berjalan, namun kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu kami menyiapkan berbagai opsi agar pendidikan tetap berlangsung dengan aman,” ucapnya.
Disdik Kabupaten Banjar juga meminta sekolah meningkatkan komunikasi dengan orang tua siswa terkait perkembangan kondisi kabut asap. Sekolah diharapkan segera melaporkan kendala yang muncul, terutama jika berdampak terhadap kesehatan peserta didik maupun proses pembelajaran.
Selain sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Banjar terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan karhutla dan dampak kabut asap. Pemantauan kondisi wilayah dilakukan untuk memastikan penanganan dapat berjalan secara terpadu.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya. Warga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk serta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.
Pemkab Banjar akan terus memantau perkembangan kondisi kabut asap dan melakukan evaluasi secara berkala. Langkah tersebut dilakukan agar kebijakan yang diterapkan dapat menyesuaikan dengan situasi di masing-masing wilayah.
Kesiapan penerapan PJJ menjadi salah satu opsi agar aktivitas pendidikan tidak terhenti ketika kualitas udara memburuk. Di sisi lain, keselamatan dan kesehatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....