Menjaga Diri dari Sikap Cinta Dunia yang Berlebihan
- 28 Agt 2026 15:46 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Islam tidak melarang umatnya memiliki rezeki yang cukup, pekerjaan layak, usaha berkembang, dan kehidupan keluarga yang sejahtera.
- Keinginan akan kehidupan dunia perlu dikendalikan agar tidak berubah menjadi hubbud dunya atau kecintaan berlebihan terhadap dunia.
- Rasulullah saw mengkhawatirkan sikap berlomba-lomba mengejar kehidupan dunia yang dapat mengalihkan umat Islam dari prioritas spiritual.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Islam tidak melarang umatnya memiliki rezeki yang cukup, pekerjaan layak, usaha berkembang, maupun kehidupan keluarga yang sejahtera. Namun, keinginan tersebut perlu dikendalikan agar tidak berubah menjadi kecintaan berlebihan terhadap dunia atau hubbud dunya.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Muhammad Taqiyyuddin, Lc., M.Pd., dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat, 28 Agustus 2026. Menurutnya, salah satu hal yang dikhawatirkan Rasulullah saw terhadap umatnya adalah sikap berlomba-lomba mengejar kehidupan dunia.
"Menginginkan ekonomi yang bagus dan kehidupan yang nyaman itu boleh dan tidak dilarang dalam Islam," ujarnya. “Tapi yang menjadi masalah jika uang atau jabatan yang kita dapatkan justru mengorbankan niat dan prinsip kita.”
Cinta dunia yang berlebihan dapat membuat seseorang memandang orang lain sebagai pihak yang harus dikalahkan, bukan sebagai teman atau saudara. Ia mengingatkan bahwa sebaik apa pun tujuan yang ingin dicapai, seseorang tidak boleh menghalalkan segala cara.
Ia juga menjelaskan bahwa sifat hubbud dunya dapat memengaruhi berbagai profesi dan lingkungan kehidupan. Dokter, pedagang, guru, pegawai, pengusaha, hingga pejabat dapat menjadikan profesinya sebagai jalan kebaikan apabila dijalankan dengan amanah.
Namun, ketika keuntungan pribadi menjadi tujuan utama, profesi yang semula bermanfaat justru berisiko merugikan orang lain. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyakit cinta dunia bukan sekadar persoalan individu, tetapi juga dapat berdampak terhadap keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat.
Ustaz Taqiyyuddin menegaskan bahwa Islam tidak melarang umatnya menjadi kaya, sukses, atau memegang jabatan tinggi. Namun, semua itu harus ditempatkan secara tepat agar tidak mengorbankan kejujuran, keluarga, persaudaraan, dan keberkahan hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....