Posyandu Banjarmasin Aktif 100 Persen, tapi Ada Masalah Besar yang Disorot?

  • 28 Agt 2026 12:29 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Seluruh Posyandu di Kota Banjarmasin kini tercatat berstatus Posyandu Aktif Siklus Hidup. Namun, capaian 100 persen tersebut belum sepenuhnya dibarengi dengan tingginya partisipasi masyarakat dan dukungan sarana prasarana.

Kondisi itu menjadi sorotan Ketua TP Posyandu Kota Banjarmasin, Neli Listriani, saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan. Menurut Neli, sejumlah persoalan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, mulai dari rendahnya kunjungan masyarakat hingga keterbatasan fasilitas Posyandu.

Sebanyak 100 persen Posyandu di Kota Banjarmasin telah berstatus Posyandu Aktif Siklus Hidup. Hal itu berdasarkan hasil evaluasi terbaru,” ujar Neli.

Meski demikian, ia mengungkapkan, kurang dari 10 persen Posyandu di Banjarmasin yang memiliki bangunan sendiri. Sebagian besar masih memanfaatkan rumah warga, mushala hingga taman kanak-kanak sebagai lokasi pelayanan.

Ketersediaan alat kesehatan juga dinilai belum optimal, bahkan beberapa menghadapi keterbatasan maupun kondisi peralatan pengukuran, seperti antropometri kit dan tensimeter digital. Persoalan lain masih rendahnya partisipasi kelompok usia produktif, lansia, remaja dan anak sekolah dalam memanfaatkan layanan Posyandu.

Di sisi kader, persentase kader dengan strata Madya juga baru mencapai 5,02 persen, atau masih jauh dari target yang ingin dicapai. Neli pun meminta jajaran pengelola Posyandu mengambil langkah konkret.

Sedikitnya ada empat langkah yang harus dilakukan, yakni memperkuat koordinasi dengan Puskesmas untuk melakukan validasi sekaligus pemenuhan alat ukur, memperjuangkan kebutuhan sarana dan prasarana melalui Musrenbang kelurahan dan kecamatan. Kemudian mengoptimalkan pelayanan melalui sistem waktu bergelombang dan jemput bola, serta meningkatkan persentase kader Madya.

Persentase kader Madya dapat meningkat hingga minimal 30 persen pada akhir tahun. Ini menjadi target kita,” ujarnya.

Neli juga meminta keterbatasan fasilitas tidak menjadi alasan bagi kader untuk menurunkan kualitas pelayanan. Sebaliknya, kader didorong meningkatkan kemampuan, terutama dalam membangun komunikasi persuasif agar masyarakat semakin tertarik dan aktif memanfaatkan layanan Posyandu.

Dalam kesempatan tersebut, Neli turut memberikan apresiasi kepada Tim Pembina Posyandu Kota Banjarmasin, TP Posyandu Kecamatan Banjarmasin Tengah dan Kelurahan Antasan Besar, serta kader Posyandu Antasan Indah 2. Mereka berhasil meraih prestasi pada Penilaian Apresiasi Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan jenjang Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi pemacu bagi seluruh kader untuk terus meningkatkan kontribusi dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat.“Kegiatan hari ini tidak berakhir setelah kita keluar dari ruangan ini. Tapi kegiatan hari ini hanyalah awal dari kerja sama dan kerja keras kita bersama untuk memajukan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....