Antisipasi Api Susulan, BPBD Balangan Sisir Titik Rawan

  • 26 Agt 2026 19:30 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Balangan - Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menemukan sisa bara api dan kepulan asap tipis saat mengintensifkan patroli darat pada Rabu, 26 Agustus 2026. Penyisiran ini dilakukan untuk menekan laju kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meningkat di Bumi Sanggam tersebut.

Berdasarkan data terintegrasi BPBD Kalimantan Selatan, hingga Rabu sore, 26 Agustus, akumulasi karhutla di Balangan tercatat mencapai 53 kejadian. Dampak kebakaran tersebut menghanguskan total luasan lahan mencapai 174,57 hektare, disertai sebaran 692 titik hotspot yang terdeteksi satelit.

Di tengah lonjakan angka tersebut, tim gabungan menyisir tiga titik rawan kebakaran yang tersebar dj kawasan Tapau di Desa Mantimin, Batumandi, serta area Trans Pupuyuan di Desa Matang Hanau, Lampihong. Petugas di lapangan bergerak cepat memadamkan sisa bara agar tiupan angin tidak memicu kobaran api baru.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, menyatakan patroli ketat ini dilakukan sebagai langkah mitigasi selama masa siaga darurat karhutla yang berlaku hingga akhir Oktober. Pemantauan langsung di titik rawan menjadi upaya untuk mencegah kebakaran meluas.

"Kita cek dua titik rawan di Tapau Mantimin dan satu titik lainnya di Trans Pupuyuan. Tujuannya untuk memastikan kondisi terkini, memetakan potensi, dan segera mengambil langkah penanganan jika masih ada titik api," ujarnya di sela patroli.

Selain penyisiran fisik oleh tim gabungan TNI, Polri, dan relawan, BPBD Balangan terus mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan. Warga diminta menghentikan kebiasaan membakar lahan dalam bentuk apa pun di tengah kondisi cuaca kering.

"Segera melapor jika melihat asap atau api ke petugas terdekat. Mari kita jaga bersama lingkungan kita agar tidak terjadi kebakaran yang lebih luas," ucap Rahmi.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Balangan resmi menetapkan status siaga darurat karhutla pada Rabu, 12 Agustus lalu. Langkah ini dilakukan usai meningkatnya potensi karhutla dan kekeringan di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....