Ritel Modern Dibuka, UMKM Banjarmasin Jangan Sekadar Produk Rumahan
- 26 Agt 2026 12:15 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin — Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu menembus jaringan ritel modern. Namun, peluang tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pelaku usaha untuk membuktikan kualitas dan daya saing produknya.
Hal itu disampaikan Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR saat membuka Sosialisasi Kemitraan IKM dan UMKM dengan ritel modern di Aula Kayuh Baimbai, Rabu, 26 Agustus 2026. Yamin menegaskan, produk lokal harus benar-benar mendapat akses pasar dan mampu bersaing melalui standar yang ditetapkan jaringan ritel.
“Ini penting bagi IKM dan UMKM, tentu bersama para ritel untuk berkolaborasi. Kita ingin produk-produk ini tidak hanya di rumahan saja, tapi juga bisa masuk ke ritel-ritel modern,” ujar Yamin.
Menurut Yamin, masuknya produk lokal ke jaringan ritel modern menjadi peluang strategis untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kapasitas usaha. Produk Banjarmasin, kata dia, harus mulai dipersiapkan agar tidak hanya dikenal di daerah sendiri.
“Produk Banjarmasin diharapkan tidak hanya mampu bersaing di tingkat daerah. Tetapi ke depan memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas hingga mancanegara,” ucapnya.
Namun, peluang tersebut tidak datang secara cuma-cuma. Yamin meminta pelaku IKM dan UMKM serius membenahi kualitas produk, kesinambungan produksi, kemasan, legalitas, hingga standar keamanan dan mutu.
Artinya, produk yang ingin masuk ritel modern tidak cukup hanya memiliki rasa atau kualitas yang baik. Pelaku usaha juga dituntut mampu memenuhi persyaratan administrasi dan menjaga konsistensi produksi agar tidak mengecewakan konsumen maupun mitra ritel.
Yamin pun meminta agar sosialisasi tersebut tidak berakhir hanya pada pengetahuan bagi pelaku usaha. Pemerintah didorong memastikan adanya tindak lanjut konkret, mulai dari proses kurasi produk, penempatan di jaringan ritel, transaksi, hingga terbentuknya kerja sama bisnis.
“Harapan kita itu berjalan sesuai harapan, sukses dan lancar. Tentunya IKM naik kelas,” katanya.
Menurut Yamin, kemitraan tersebut harus dibangun dengan pola yang saling menguntungkan. Pemerintah berperan membuka akses dan memfasilitasi, sementara pelaku usaha wajib meningkatkan kualitas serta daya saing produk.
“Di sisi lain ritel modern menjadi pintu masuk bagi produk lokal. Tujuannya untuk menjangkau konsumen yang lebih luas,” ujarnya.
Jika berjalan konsisten, akses tersebut dinilai dapat memberikan dampak lebih besar bagi perekonomian daerah. Peningkatan pemasaran diharapkan mendorong kenaikan omzet, kapasitas produksi, hingga membuka lapangan kerja baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....