Pamor Borneo 2026 Perkuat Ekonomi Kalimantan Selatan
- 23 Agt 2026 14:05 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dan mitra strategis menutup rangkaian Pamor Borneo 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi akselerasi pertumbuhan ekonomi Kalimantan khususnya Kalsel melalui penguatan investasi, peningkatan daya saing UMKM, dan perluasan akseptasi pembayaran digital. Sabtu, 22 Agustus 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Haris Munandar, mengatakan kegiatan ini menghasilkan sejumlah capaian positif pada tiga fokus utama yang diusung. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal dalam memperkuat kolaborasi dan mendorong tindak lanjut berbagai peluang ekonomi yang telah dibuka selama kegiatan.
“Pada sektor investasi, dari 15 proyek yang ditawarkan selama forum, sebanyak 12 proyek berhasil memperoleh 32 Letter of Interest dari 15 investor dengan nilai mencapai Rp64,45 triliun. Investor juga mendapat kesempatan melakukan one-on-one meeting bersama pemilik proyek dan mengunjungi langsung sejumlah lokasi investasi,” ujarnya.
Penguatan UMKM turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dengan melibatkan lebih dari 50 UMKM unggulan. Produk yang ditampilkan meliputi kriya, ready to wear, Wastra dan kuliner dengan total penjualan mencapai Rp377 juta serta fasilitasi business deals perdagangan dalam negeri dan ekspor sebesar Rp2,2 miliar.
Dari sisi akses pembiayaan, tercatat komitmen pembiayaan UMKM mencapai Rp1,05 miliar selama kegiatan. Dalam kegiatan ini juga menghadirkan pameran potensi pariwisata Kalimantan yang menarik sekitar 300 pengunjung sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi daerah.
“Kegiatan ini turut mendorong masyarakat berwakaf melalui program wakaf produktif, di antaranya produksi daging olahan guna mendukung kemandirian pesantren. Disamping itu ada wakaf kandang ayam untuk pemberdayaan masyarakat dan wakaf uang untuk dana abadi pendidikan,” ucapnya.
Total wakaf yang terkumpul mencapai Rp14,46 juta dari 924 transaksi yang dilakukan masyarakat menggunakan QRIS. Di sisi sistem pembayaran, kegiatan ini menjadi momentum memperluas akseptasi dan penggunaan transaksi digital di masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung tercatat lebih dari 3200 transaksi QRIS, sementara literasi digital melalui aplikasi buku saku edukasi digital bank Indonesia menjangkau lebih dari 1500 masyarakat. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini juga terlihat dari Kanal digital dengan respon positif hampir satu juta serta jangkauan lebih dari 100 ribu akun media sosial.
“Capaian ini tidak terlepas dari kuatnya sinergi Bank Indonesia, Pemda, Dekranasda, OJK, perbankan, instansi vertikal, asosiasi, pelaku usaha, dan masyarakat. Hal ini perlu terus dilanjutkan untuk memperkuat akselerasi perekonomian serta digitalisasi pembayaran di Kalsel,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....