Tinjau Karhutla Kalsel, Astamaops Imbau Warga Cegah Kebakaran Lahan
- 22 Agt 2026 17:55 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus dioptimalkan secara terpadu oleh Pemerintah Pusat. Langkah intensif ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian terhadap kondisi karhutla dan potensi dampak kabut asap di sejumlah wilayah.
Asisten Utama Bidang Operasi (Astamaops), Komjen Pol Mohammad Fadil Imran, menegaskan keberhasilan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen warga. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung lokasi karhutla di Jalan Sempati Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, Sabtu, 22 Agustus 2026.
"Untuk penegakan hukum dan pencegahan serta upaya pemadaman kita terus kombinasikan dengan baik. Keberhasilan penanganan ini bisa terwujud manakala pemerintah bersama segenap komponen masyarakat bersama-sama melakukan langkah-langkah pencegahan dan pemadaman api," ujarnya.
Aparat penegak hukum sebelumnya juga sudah menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus pembakaran lahan secara ilegal. Oleh karena itu, pengawasan di lapangan terus ditingkatkan agar kawasan perkebunan warga tetap terjaga dengan aman.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan kemudian menjaga lahannya dengan baik. Sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka, mudah-mudahan ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat," ucap Komjen Pol Mohammad Fadil Imran.
Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menilai kondisi karhutla di Kalsel tidak separah narasi yang beredar di media sosial. Keberhasilan pengendalian dampak asap di lapangan merupakan hasil dari sinergi solid seluruh jajaran aparat keamanan.
"Setelah melihat langsung, untuk Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarmasin, kita lihat sendiri tidak terlalu parah. Memang dua hari yang lalu sempat viral di media, tetapi ternyata setelah kita datang ke sini tidak separah apa yang kita lihat," katanya.
Pemerintah pusat telah menerjunkan dukungan armada helikopter water bombing, pesawat udara, serta pasukan tambahan BNPB ke Kalimantan. Penanganan karhutla menjadi perhatian langsung Presiden RI Prabowo Subianto yang turun memantau lokasi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Sementara itu, Gubernur Kalsel Muhidin menyambut baik perhatian pusat dan mengonfirmasi kondisi lapangan mulai melandai. Rencana peninjauan lapangan oleh Presiden ke wilayah Kalsel pun dibatalkan lantaran pemadaman udara sudah tidak lagi diperlukan.
"Presiden tidak jadi datang, karena kami laporkan tidak parah. Heli pun tidak ada hari ini menyiram, berarti kan tidak parah lagi," kata Muhidin.
Pemerintah daerah turut mengimbau warga agar tetap waspada serta tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu timbulnya titik api baru. Sinergi pencegahan di lapangan akan terus dipertahankan agar wilayah Kalsel tetap kondusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....