Pertemanan Sehat Jadi Benteng Remaja Hadapi Pengaruh Negatif
- 17 Agt 2026 16:36 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Lingkungan pertemanan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menentukan arah masa depan remaja.
- Remaja sering mengabaikan batasan diri untuk mendapatkan pengakuan dari kelompok, yang dapat memicu krisis emosional.
- Pertemanan yang sehat dapat menjadi benteng bagi generasi muda untuk tidak terjebak dalam perilaku negatif yang merugikan.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Lingkungan pertemanan atau circle memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menentukan arah masa depan remaja. Pertemanan yang sehat dapat menjadi benteng bagi generasi muda agar tidak terjebak dalam perilaku negatif yang merugikan.
Praktisi Parenting dan Keluarga, Rimalia Karim, dalam siaran "Inspirasi Kehidupan" RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 15 Agustus 2026, mengatakan remaja kerap mengabaikan batasan diri demi mendapatkan pengakuan dari kelompok. Kondisi tersebut dapat memicu krisis emosional hingga membuat seseorang kehilangan jati diri karena mengikuti tuntutan lingkungan.
"Banyak remaja bertahan dalam circle toksik hanya karena merasa diakui. Padahal, hal itu justru mengikis jati diri mereka secara perlahan," ujarnya.

Duta Genre Favorit Putri Kota Banjarmasin 2026, Nurlaili Hapsari, mengatakan pertemanan ideal seharusnya menjadi ruang untuk saling mendukung dalam mencapai cita-cita. Hubungan tersebut juga perlu memberikan rasa nyaman tanpa menuntut seseorang mengorbankan prinsip maupun dirinya sendiri.
"Lingkungan pertemanan yang tepat akan menentukan siapa kita hari ini. Pertemanan juga memengaruhi bagaimana kita bertumbuh di masa depan," ucapnya.
Sementara itu, Duta Genre Inovator Putri Kota Banjarmasin 2026, Nur Khadijah, membagikan pengalamannya dalam memilih teman di lingkungan sekolah. Ia mengaku pernah berada dalam pertemanan yang menuntut dirinya mengikuti standar gaya hidup kelompok.
"Saat kita sibuk memenuhi ekspektasi kelompok demi gengsi, kita akan merasa terasing dari diri sendiri," kata Nur Khadijah. “Karena itu, penting untuk tetap mengenali batas dan nilai diri.”

Rimalia menambahkan, komunikasi terbuka dalam keluarga menjadi salah satu benteng penting agar anak mampu memilih lingkungan pertemanan secara bijak. Dukungan emosional dari orang tua dapat membantu remaja memiliki kemampuan menyaring pengaruh negatif di luar rumah.
Selain pergaulan secara langsung, paparan media sosial juga menjadi tantangan bagi perkembangan mental remaja. Kebiasaan membandingkan pencapaian diri dengan orang lain dapat memicu tekanan sehingga remaja perlu membangun batasan dalam menggunakan media sosial.
Para orang tua juga diharapkan lebih aktif mendampingi tumbuh kembang remaja, termasuk memahami lingkungan pergaulan mereka. Seleksi pertemanan yang sehat dapat memberikan pengaruh positif sekaligus mendorong remaja berkembang dan meraih prestasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....