Pemprov Kalsel Bangun Ensiklopedia Budaya Digital Banua

  • 13 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat ekosistem kebudayaan melalui program Banua Cultural Ecosystem 2030. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni membangun Ensiklopedia Kebudayaan Kalsel berbasis digital sekaligus menyusun kamus bahasa Banjar.

Usai rapat bersama Komisi IV DPRD Kalsel, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Edy Suwarto, mengatakan ensiklopedia tersebut dirancang untuk memetakan beragam entitas kebudayaan di Banua. Pemetaan mencakup cagar budaya, warisan budaya, hingga para penggiat seni yang menjadi bagian penting dari kehidupan kebudayaan masyarakat.

“Kita berharap ensiklopedia kebudayaan itu mewakili secara garis besar entitas budaya di Kalimantan Selatan,” kata Edy, Senin 10 Agustus 2026. Kehadiran ensiklopedia digital diharapkan membuat informasi kebudayaan lebih mudah diakses sekaligus menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan budaya.

Selain ensiklopedia, penyusunan kamus bahasa Banjar juga telah dirampungkan dengan sekitar 11 ribu kosakata yang tersedia secara daring. Saat ini, sebanyak 19 cagar budaya telah ditetapkan dari baseline 50 objek yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Sejumlah objek penting, seperti Rumah Banjar dan Candi Agung di Amuntai, turut dipetakan dengan dilengkapi data spasial serta status penetapannya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, H. Iberahim Noor, menegaskan pentingnya pelestarian kebudayaan daerah, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, derasnya pengaruh budaya asing dapat memengaruhi keberlangsungan budaya lokal sehingga perlu diimbangi dengan upaya pengenalan dan pelestarian budaya daerah sejak dini.

Pengembangan program tersebut menandai perubahan paradigma pembangunan kebudayaan, dari yang sebelumnya berorientasi pada kegiatan atau event menjadi pembangunan ekosistem. Pemerintah juga mendorong pergeseran pendekatan dari berbasis pemerintah menuju penguatan peran komunitas sebagai penggerak kebudayaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....