Temu Kemitraan UMKM Jangan Cuma Seremonial, Wali Kota Desak Tindak Lanjut!
- 12 Agt 2026 14:13 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas. Tak ingin persoalan UMKM berhenti pada kegiatan seremonial, Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR meminta temu kemitraan yang digelar dalam rangka Hari UMKM Nasional 2026 ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret.
Pesan itu disampaikan Yamin saat membuka Temu Kemitraan yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Kota Banjarmasin di Hotel Banjarmasin Internasional, Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan itu mengusung tema “Satu Langkah Terkoneksi Digital dan Permodalan, UMKM Tumbuh Berinovasi Menuju UMKM Maju Sejahtera.”
Yamin menegaskan, UMKM memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Dampaknya bukan hanya terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyentuh lapangan kerja, pendapatan keluarga hingga ketahanan ekonomi masyarakat.
“UMKM berperan penting dalam perekonomian daerah kita. UMKM bukan hanya tentang angka pertumbuhan ekonomi, di dalamnya terdapat kesempatan kerja, pendapatan keluarga, kreativitas, serta ketahanan ekonomi masyarakat,” ujar Yamin.
Menurutnya, memperkuat UMKM sama halnya dengan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. Namun, ia mengakui pelaku UMKM masih dihadapkan pada sejumlah persoalan, mulai dari akses pasar, pembiayaan, kemampuan manajerial, digitalisasi hingga keterhubungan dengan rantai pasok dan jaringan usaha yang lebih besar.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu membangun ekosistem usaha yang mampu mempertemukan UMKM dengan peluang pasar, pembiayaan maupun mitra usaha. Yamin secara tegas meminta temu kemitraan tidak berhenti pada diskusi.
“Saya berharap kegiatan ini jangan berhenti pada pertemuan dan diskusi ini saja, harus ada tindak lanjut. Kalau hari ini ada UMKM yang bertemu dengan calon mitra, lanjutkan dengan pembahasan yang lebih konkret,” ujarnya.
Ia meminta setiap peluang yang muncul dari pertemuan tersebut segera ditindaklanjuti. Termasuk peluang pemasaran maupun pembiayaan yang dapat membantu pelaku UMKM memperbesar skala usahanya.
“Kalau ada peluang pemasaran, segera ditindaklanjuti. Kalau ada peluang pembiayaan, maka fasilitasi agar dapat diakses dengan baik,” ujar Yamin.
Namun, pemerintah juga mengingatkan pelaku UMKM agar tidak hanya menunggu peluang. Kemitraan, menurut Yamin, merupakan hubungan dua arah yang membutuhkan kesiapan dari pelaku usaha.
Pelaku UMKM diminta meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, memperkuat branding, memenuhi legalitas dan sertifikasi. Serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.
“Siapkan produk yang memang layak masuk ke pasar, tingkatkan kualitas produk dan perbaiki kemasan. Lalu perkuat branding, penuhi legalitas dan sertifikasi yang diperlukan, manfaatkan digitalisasi, serta jaga konsistensi kualitas dan kemampuan dalam memenuhi permintaan pasar,” ujarnya.
Yamin berharap UMKM di Kota Banjarmasin tidak sekadar mampu bertahan menghadapi persaingan, tetapi berkembang menjadi usaha yang inovatif, tangguh dan memiliki daya saing lebih kuat. Ia menilai konektivitas dan kolaborasi menjadi kunci untuk membuka peluang tersebut.
“Satu koneksi dapat membuka pasar, satu kolaborasi dapat melahirkan inovasi. Kemudian satu kemitraan yang baik dapat mengubah usaha kecil menjadi usaha yang lebih besar dan berdaya saing,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....