Rahasia Menghadapi Doa yang Belum Terjawab dalam Islam
- 12 Agt 2026 11:41 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Keterlambatan terkabulnya doa bukanlah tanda Allah mengabaikan, melainkan merupakan bentuk pendidikan spiritual untuk melatih kesabaran dan ketawakalan hamba.
- Rasa lelah dan ragu sering muncul ketika ikhtiar doa tidak langsung membuahkan hasil, namun Allah SWT selalu dekat dengan hamba-Nya dalam segala kondisi.
- Tugas hamba adalah menjaga keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar, bukan memaksa Allah menjawab sesuai dengan keinginan pribadi.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Keterlambatan terkabulnya permohonan seorang hamba bukanlah petunjuk bahwa Allah SWT mengabaikan doanya, melainkan bagian dari pendidikan spiritual untuk melatih kesabaran serta ketawakalan. Hal ini di sampaikan Ustadz Muhammad Rif'at, S.Ag., M.Ag., dalam siaran Tablig Udara RRI Pro 1 Banjarmasin pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Ustadz Muhammad Rif'at, menyampaikan bahwa rasa lelah dan ragu sering kali muncul ketika ikhtiar doa tidak langsung membuahkan hasil. Beliau menekankan bahwa Allah SWT senantiasa dekat dengan hamba-Nya dalam segala kondisi kehidupan sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 186. "Tugas hamba bukan memaksa Allah menjawab sesuai keinginan pribadi, melainkan menjaga keyakinan bahwa Dia Maha Mendengar," ujarnya.
Ustadz Rif'at juga menjelaskan bahwa manusia kerap terjebak pada pandangan sempit dengan mengira doa hanya memiliki satu bentuk jawaban. Padahal, berdasarkan Surah Al-Baqarah ayat 216, sesuatu yang disukai manusia belum tentu berakibat baik bagi masa depannya. Boleh jadi penundaan tersebut merupakan bentuk perlindungan Allah dari marabahaya yang tidak kita ketahui.
Mengutip hadis riwayat Ahmad yang menegaskan bahwa tidak ada doa seorang muslim yang sia-sia di hadapan Sang Pencipta. Allah SWT dipastikan memberikan salah satu dari tiga wujud pengabulan, yaitu dikabulkan di dunia, disimpan sebagai pahala akhirat, atau dijauhkan dari keburukan setimpal. Tidak ada air mata yang jatuh tanpa diketahui Allah dan tidak ada tangan yang terangkat secara hampa.
Lebih lanjut, Ustadz Muhammad Rif'at, menyoroti pentingnya menyelaraskan doa dengan pemikiran logis serta usaha nyata di lapangan. Beliau mengritik sikap sebagian orang yang berdoa meminta keberhasilan namun enggan melakukan ikhtiar atau melanggar aturan kehidupan. "Doa tanpa ikhtiar yang logis hanya melahirkan angan-angan kosong karena keduanya merupakan mitra yang harus berjalan seiring," ujarnya.
Terkait hambatan terkabulnya doa, beliau mengingatkan pentingnya melakukan tobat dan pembersihan diri dari maksiat serta harta haram. Beliau membeberkan pula waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, jeda azan dan iqamah, hingga saat sujud dalam salat. Mendahului permohonan dengan istigfar akan membuka sumbatan spiritual yang menghalangi datangnya jawaban Allah.
Ustadz Muhammad Rif'at, mengajak umat Islam untuk terus mengetuk pintu rahmat Allah dengan penuh kesabaran. Sikap konsisten dalam berdoa dipandang sebagai cermin keimanan yang mempererat hubungan hamba dengan Sang Pencipta. "Teruslah berdoa sebab ketika jawaban itu hadir, hamba akan sadar betapa indahnya skenario yang dirancang Allah," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....