Kadar Garam Naik, PAM Bandarmasih Hentikan Total Intake Sungai Bilu
- 10 Agt 2026 14:32 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Intrusi air laut akibat puncak musim kemarau membuat kadar garam air baku PT Air Minum Bandarmasih melonjak hingga 2.119 PPM pada Senin, 10 Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat operasional Intake Sungai Bilu dihentikan sementara dan berdampak terhadap penurunan debit distribusi air kepada pelanggan.
Penghentian Intake Sungai Bilu dilakukan karena kondisi air baku belum memungkinkan untuk mendukung proses pengolahan dan pelayanan secara optimal. PT Air Minum Bandarmasih kini menyiapkan sejumlah langkah alternatif untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu opsi yang sedang diusulkan adalah pemanfaatan air dengan kadar garam di atas standar untuk kebutuhan tertentu, khususnya mandi, cuci, kakus atau MCK. Pelaksanaannya tetap akan memperhatikan ketentuan dan aspek keamanan yang berlaku agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan sesuai kondisi yang tersedia.
Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan kondisi air baku saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Menurutnya, diperlukan langkah cepat dan terukur agar pelayanan kepada pelanggan tetap dapat dipertahankan.
“Saat ini kami terus mencari solusi terbaik agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan di tengah keterbatasan air baku. Salah satu yang sedang kami usulkan adalah pemanfaatan air untuk kebutuhan MCK, tentunya dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku,” ujar Zulbadi.
Dampak penghentian sementara Intake Sungai Bilu dirasakan di sejumlah wilayah pelayanan PT Air Minum Bandarmasih. Di Banjarmasin Barat, distribusi air mengalami penurunan sekitar 40 persen, sedangkan wilayah Booster S. Parman turun sekitar 39 persen.
Penurunan debit distribusi juga terjadi di Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur yang masing-masing mencapai sekitar 8 persen. Sementara itu, sebagian wilayah Banjarmasin Utara turut mengalami penyesuaian distribusi akibat keterbatasan air baku.
Untuk menjaga pasokan, manajemen PT Air Minum Bandarmasih mengoptimalkan transfer air dari IPA 2 Pramuka menuju IPA 1. Transfer tersebut dilakukan dengan kapasitas sekitar 1.000 meter kubik per jam, sehingga debit pelayanan IPA 1 masih dapat dimaksimalkan sekitar 1.750 meter kubik per jam.
Direktur Operasional PT Air Minum Bandarmasih, Irwan Firwana, mengatakan langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan pelayanan selama Intake Sungai Bilu belum dapat dioperasikan. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan armada mobil tangki sebagai alternatif distribusi air kepada pelanggan.
“Kalau kondisi Sungai Bilu belum memungkinkan beroperasi, kami juga menyiapkan armada mobil tangki untuk membantu distribusi kepada pelanggan,” ucap Irwan.
Manajemen menegaskan penyesuaian distribusi dilakukan selama terjadi keterbatasan air baku akibat kemarau dan intrusi air laut. Kondisi distribusi akan terus dievaluasi berdasarkan ketersediaan air baku serta kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah.
Apabila kondisi air baku kembali membaik dan Intake Sungai Bilu dapat beroperasi secara normal, PT Air Minum Bandarmasih akan kembali menyesuaikan pola distribusi. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.
PT Air Minum Bandarmasih juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama kondisi air baku masih terbatas. Masyarakat diminta mulai menampung air di rumah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi penurunan distribusi.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kondisi saat ini. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memaksimalkan pengolahan dan distribusi air kepada pelanggan,” kata Zulbadi.
Manajemen PT Air Minum Bandarmasih akan terus memantau perkembangan kadar garam dan kondisi air baku di Sungai Bilu. Langkah penanganan dan pola distribusi akan disesuaikan dengan kondisi lapangan untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat Kota Banjarmasin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....