Disdikbud Balangan Dorong Pelajar Lestarikan Cagar Budaya Daerah
- 10 Agt 2026 10:54 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Balangan - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan sejarah daerah. Upaya penanaman rasa cinta budaya tersebut menyasar para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Balangan.
Edukasi kebudayaan yang dikemas melalui sosialisasi, jelajah cagar budaya, hingga kompetisi museum ini bertujuan meningkatkan kepedulian siswa sejak dini. Pelajar diharapkan tidak hanya sekadar mengenal nama situs, tetapi juga memahami nilai penting di balik sejarah daerahnya.
Sekretaris Disdikbud Balangan, Imdiyah Fadli, menegaskan pengenalan warisan lokal menjadi fondasi utama dalam membentengi identitas budaya generasi muda. Pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukatif yang dekat dengan dunia remaja.
"Tujuan kegiatan ini agar anak-anak mengenal budaya yang ada di Kabupaten Balangan. Terutama untuk situs-situs cagar budaya yang dimiliki daerah ini," ujarnya.
Ia menambahkan peran aktif pelajar sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan cagar budaya dari ancaman kepunahan. Pihaknya berharap pengetahuan sejarah yang diperoleh para siswa dapat ditularkan kepada masyarakat luas.
"Anak-anak diharapkan tidak hanya memahami nilai sejarah. Namun, juga memiliki kepedulian untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah kita," katanya menambahkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Balangan, Rosma Hilda, menjelaskan pendekatan pembelajaran budaya kini dilakukan secara interaktif dan langsung di lapangan. Selain belajar di dalam kelas, para siswa juga diajak mengeksplorasi lokasi cagar budaya serta menguji wawasan melalui lomba cerdas cermat.
Langkah ini diambil agar proses edukasi sejarah terasa lebih menyenangkan dan berkesan bagi para peserta. Rosma berharap pemahaman yang didapat mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan sejarah di tanah kelahiran mereka.
Selain pendekatan langsung, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi strategi utama dalam menggaet minat generasi muda. Wadah kreativitas seperti Lomba Konten Kreator Budaya dinilai efektif memicu antusiasme pelajar.
Melalui kompetisi media digital tersebut, para siswa ditantang untuk memproduksi karya visual kreatif berbasis cagar budaya lokal. Karya-karya terbaik peserta pun mendapatkan apresiasi sebagai bentuk motivasi untuk terus berkarya.
Penanaman kesadaran budaya melalui kombinasi edukasi lapangan dan kreativitas digital ini diyakini mampu mencetak generasi yang tanggap sejarah. Disdikbud Balangan optimistis promosi cagar budaya melalui karya anak muda akan berdampak positif bagi pelestarian sejarah daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....