Kabut Asap Masih Selimuti Banjarbaru, Kasus ISPA Tembus Puluhan Ribu

  • 10 Agt 2026 10:58 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Kabut asap kembali menyelimuti Kota Banjarbaru dan sejumlah wilayah sekitarnya, Senin pagi. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Pantauan di lapangan, kabut asap terlihat menutupi sejumlah kawasan di Banjarbaru. Seperti kawasan bandara, lapangan Murjani dan kawan permukiman warga. Jarak pandang pun tampak berkurang, sementara bau asap cukup terasa di udara.

Seorang warga Banjarbaru, Yuli, mengatakan kondisi kabut asap dalam sepekan terakhir semakin parah. Menurutnya, asap mulai terasa mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada pagi hari.

“Kabut asap mulai parah sejak sekitar sepekan ini. Pagi hari paling terasa,” ujar Yuli.

Kondisi ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Banjarbaru. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banjarbaru, dr. Siti Ningsih, mengatakan kenaikan kasus ISPA mulai terlihat pada Minggu Epidemiologi ke-29 tahun 2026.

“Ada kenaikan di Minggu ke-29, ada 879 kasus, dan memasuki Minggu ke-30, jumlah kasus kembali meningkat menjadi 1.099 kasus. Sementara secara kumulatif, kasus ISPA di Banjarbaru sejak Januari hingga Juli 2026 mencapai 21.323 kasus,” kata Siti.

Menurutnya, secara epidemiologi terdapat hubungan antara paparan asap karhutla dengan meningkatnya risiko gangguan saluran pernapasan, termasuk ISPA. Meski demikian, Dinkes Banjarbaru menegaskan tidak seluruh kasus ISPA disebabkan oleh kabut asap karhutla.

Penyakit tersebut juga dapat dipicu infeksi virus dan bakteri, perubahan cuaca, kualitas udara di dalam rumah, hingga paparan asap rokok. Siti menyebut seluruh kelompok umur dapat terdampak ketika terjadi kabut asap. Namun, kelompok rentan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan.

Kelompok tersebut antara lain balita, anak usia sekolah, lansia, ibu hamil, penderita asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Serta penderita penyakit jantung.

Menghadapi kondisi kualitas udara yang memburuk, Dinkes Banjarbaru mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta menggunakan masker dengan tingkat perlindungan yang memadai apabila harus beraktivitas di luar rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....